JATAH PREMAN “Anda berhak Untuk Tidak Tahu”

  Motor penggerak jiwa adalah sikap sosial, pengayom segala macam kerangka berpikir adalah tahu kondisi dan rela mengatakan “ya” meski kondisi sedang “tidak” biasanya orang yang “sudah kaya” rela tidak mengatakan apa-apa, diam bermiliar-miliar bahasa, sunyi senyap mati membusuk di kamar kos. Itulah para intelektual muda, berjilbab, bercelana ketat, gondrong tapi ah…tidak kuat saya menuliskannya,…

[Continue reading]

DIBALIK BAIK ADA KEBALIKAN

  Seseorang yang punya proteksi kiri kanan sungguh bahwa dia tidak percaya diri, tidak bersosialisasi dan tidak bla,,bla,,bla. Sehingga hal yang paling sulit adalah bersikap balik tapi dibalik baik itu ada kebalikan. Jangan mudah percaya dengan orang baik, bisa saja dia baik karena ada kebalikan, ada kebalikan yang dibalik ketika berbuat baik. Tidak usah menawar…

[Continue reading]

TEKS-TUALITAS ITU PENTING!

Kita semua jarang yang memiliki buku, sebab di rumah bahkan di toko-toko buku tidak ada buku, yang ada hanya kumpulan teks yang tak konseptual. Sesuatu disebut buku kalau itu bermanfaat minimal bagi yang membaca, tetapi kalau hanya diletakkan saja itu hanya sekumpulan teks-teks tanpa menghasilkan intelektual. Jadi, hubungan teks-tual itu penting, antara teks dan intelektual….

[Continue reading]

WC UMUM

Pada saat apa anda merasa tidak tahu? Pada kondisi semacam apa anda merasa bahwa diri anda bergantung kepada kaki tangan dan anggota tubuh lain? Pada dimensi apa anda merasakan kehadiran Tuhan sangat dekat? Pada sisi yang mana anda merasakan kondisi hidup memprihatinkan, menyenangkan? Pada tatanan yang mana anda dikatakan sukses? Dimana, darimana ukurannya? Dimana keberadaan…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Ritual Pasak Bumi!”

Sepertinya beberapa manusia harus melakukan ritual pasak bumi supaya tahu detail kehidupan dan cara kerja alam. Kang Sunat : Dipendem kah Kang? Kang Ijo : Emange tanduran? Kang Meleh : Bukan, pasak bumi itu menanam tapi tidak dipendam, artinya tujuannya mengobati penyakit atau segala hal yang dianggap menyusahkan. Kang Guru : Obat? Kang Meleh :…

[Continue reading]

KONSIDERASI

Jaminan untuk hidup, berkelangsungan, berkehidupan itu bagaimana? Apa alat ukurnya seseorang menilai baik dan buruk? Apa potensiolitasnya seseorang dikatakan gagal? Padahal untuk menilai gagal, berhasil, kaya, miskin, pintar bodoh membutuhkan instrumen yang tidak sedikit. Sisi-sisi spiritualismenya juga dipertimbangkan. Kadang (sebagian besar) seseorang tidak melakukan konsiderasi dengan baik, main tubruk, tuduh cengengesan, lari bersembunyi dibalik garis…

[Continue reading]

OPER ORDER

Saya pernah menempuh sekian lama perjalanan luar kota hanya untuk mencari sebuah “benda” yang saya anggap itu penting. Setelah saya sampai tujuan, saya mengambil benda itu, ternyata bendanya ada yang harus diganti kiri kanannya. Benda ditinggal dengan harapan bisa diperbaiki, setelah saya cek, benda itu tidak ada, ternyata oper ke toko sebelah yang sama sekali…

[Continue reading]

JAUH UNTUK JATUH

Kalau saya mengatakan hati-hati saya rasa itu kurang pas, kalau saya menulis “apa kabar” saya rasa juga kurang simetris, atau mungkin saya menggambar sosok menyeramkan, saya rasa itu juga kurang pas. Lalu apa yang pas untuk seseorang yang jauh untuk jatuh? Jauh-jauh menyeberang tapi jatuh dalam skala sempit pemikiran. Konsekuensi paling besar dari setiap individu…

[Continue reading]

DELEGASI MIMPI

Koordinator mimpi itu siapa? Bisakah mimpi di setting? Atau minimal bisa direkues mau ini dan itu. Penugasan petugas mimpi bisa dijadikan rujukan untuk menanyakan kelanjutan mimpi selanjutnya. Apa artinya? Dunia mimpi adalah fiksasi dari sekian banyak impian seseorang, dari sekian banyak himbauan hati, dari sekian banyak logika berurutan. Ada yang pandai mengaturnya, ada juga yang…

[Continue reading]

SUATU MALAM DI SELATAN JOGJA

Beberapa hari lalu, rombongan Universitas SEROJA mengunjungi Selatan Yogyakarta sekedar bersilaturahmi dengan para petani dan buruh-buruh desa. Dalam perjalanan kami, tersimpan sejuta pertanyaan kenapa harus ke tempat ini, ada apa dengan tempat ini. Sore sekitar jam empat, kami sampai di sebuah persawahan, suasana sejuk penuh dengan hamparan tanah dan udara yang menggetarkan hati. Kami bertemu…

[Continue reading]