MUHAMMAD “Dalam Kajian Taurat Dan Injil”

Diantara ciri mukjizat kitab ilahiah adalah terdapat ayatNya yang meramalkan dengan tepat segala peristiwa yang akan datang. Salah satu yang wajib diimani oleh kaum muslim ialah adanya Injil. Namun yang menjadi pertanyaan, Injil manakah yang wajib umat muslim imani? Sebab keautentikan Injil saat ini sudah bukan sebagai dasar kitab suci ilahiah. Sebab Al-kitab yang sekarang bukanlah wahyu yang diterima persis oleh Nabi Isa a.s. Pada masanya selain mengalami pen-tahrifan [penyisipan, interpolasi, penambahan, pengurangan, pemalsuan]. Sebagian isi Al-Kitab tidak jelas dalam hal Sanad, perawi, maksud matan-nya dan bahkan terdapat ayat yang bertentangan isinya.

Keraguan tentang isi Al-Kitab tidak hanya muncul di kalangan kristolog muslim seperti Dr. Ahmed Deedat, Dr. Zakir Naik, Muhammad Jawad Chirri dan Abdullah Wasian, bahkan banyak juga pemuka agama Kristen yang mengkritisi Al-Kitab. Diantaranya; Vramerino, George Bernard Shaw dan masih banyak lagi.

Sebagai sebuah contoh sederhana saja; bahasa apa yang digunakan Injil ketika jaman Nabi Isa a.s? Ibrani, Aramaik, Yunani, Syriac atau Latin? Mengapa yang menjadikan  patokan pemuka kristiani dan para misionaris adalah Al-Kitab dalam bahasa Yunani atau Latin? Padahal seperti yang kita ketahui bersama bahwa Nabi Isa menggunakan bahasa Aramaik. Hal ini sudah dipahami oleh para Leksiografer bila suatu bahasa diterjemahkan biasanya akan mengalami pembiasan makna, isi dan bahkan arti kata itu sendiri. Contohnya dalam kitab Mazmur pasal 110 ayat 1, dalam bahasa Inggris dituliskan “The Lord Said Unto Lord” bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti “Tuhan Berkata Kepada Tuhanku” padahal dalam bahasa Ibrani yang saya pahami berarti “Yahwah..Adoni” kata Yahwah dan Adon memiliki akar kata, titik tekan  dan makna yang berbeda, sehingga bila diterjemahkan menjadi “The Lord [Tuhan] Dan Lord [Tuhan]” ayat ini akan menjadi rancu.

Walaupun sudah mengalami pen-tahfiran, namun alhamdulillahnya dalam Al-Kitab masih memberitakan datangnya nabi akhir zaman yaitu Muhammad Saw. Tentu ini mengacu kepada Al-Kitab dengan bahasa aslinya. Kehadiran Muhammad Saw terdapat dalam perjanjian lama dan baru, nama Muhammad dituliskan secara implisit dan eksplisit. Bahkan jauh sebelum kelahiran nabi Isa a.s, Daud a.s, ,Musa a.s, Yahya a.s. Oleh karena itu Allah memberikan kepada ahli kitab yang menyembunyikan esksistensi Muhammad, padahal mereka mengenal Muhammad seperti mengenal anaknya sendiri.

Orang-orang [Yahudi dan Kristiani] yang telah kami beri Al-Kitab [Taurat dan Injil] mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian diantara mereka mengetahuinya. [QS Al- Baqarah [2];146]

Nabi Isa sendiri telah meramalkan akan datangnya Nabi Muhammad

Dan [ingatlah] ketika Isa putra Mariyam berkata “wahai bani israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu membenarkan kitab [yang turun] sebelumku, yaitu taurat dan memberi kabar gembira dengan [datangnya] seorang rasul yang akan datang sesudahku yang namanya ahmad [muhammad]; maka tatkala rasul itu datang dengan  membawa bukti-bukti yang nyata mereka berkata “ini adalah sihir yang nyata” [QS Al-Shaff [61];6]

Beberapa berita tentang kehadiran Nabi Muhammad yang disembunyikan ahli kitab, kita bisa baca dalam ayat nubuat berikut ini.

Nubuat Dalam Taurat

Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini. Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya [ulangan[18];18]

Bukankah telah Kukatakan Musa “Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi diantara saudara-saudaramu sama seperti aku. Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. [kisah [3];22]

Penjelasan

  1. Nabi Musa a.s dan Nabi Muhammad saw dilahirkan secara biasa, keduanya memiliki Ayah dan Ibu. Sementara Nabi Isa a.s dilahirkan tanpa memiliki Ayah.
  2. Nabi Musa a.s dan Nabi Muhammad saw keduanya sama sama menikah dan memiliki keturunan, sedangkan Nabi Isa tidak menikah
  3. Kata dari antara mereka maksudnya ialah silsilah Nabi Musa merupakan garis keturunan Nabi Ishaq dan saudaranya, yaitu Nabi Ismail, menyambung garis keturunan Nabi Muhammad. Sedangkan Nabi Isa merupakan garis keturunan Nabi Ishaq
  4. Risalah perjuangan Nabi Muhammad dan Nabi Musa mempunyai kemiripan pola dari dakwah, sirriyah-jahriyah-hijrah-futuh

Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus, di sebelah kananNya nampak api yang menyala. [ulangan [33];2]

 

 

Penjelasan

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah swt telah mengutus beberapa nabiNya. Kalimat Tuhan telah datang dari Sinai ditujukan kepada Nabi Musa a.s yang menerima wahyu di Sinai, tepatnya di bukit Thursina. Sedangkan nabi yang dimaksud dari Seir adalah Nabi Isa a.s. Seir adalah suatu bukit di tanah Kan’an tempat Nabi Isa a.s lahir yaitu Baitlahim [Betlehem]. Dan maksud Ia Tampak Bersinar Dari Pegunungan Paran adalah utusan Allah, yaitu Nabi Muhammad. Hal ini bisa ditelusuri dari lokasi pegunungan Paran yang ternyata terletak di Jazirah Arab. Paran atau dalam bahasa Arab Faran memiliki makna dua yang bermigrasi.

Nubuat Dalam Kitab Yesaya

Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan! Hai penduduk tanah Tema, keluarlah bawalah air kepada yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti, sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku. Dalam satu tahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kadar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan, Allah Israil telah mengatakannya. [Yesaya [21];13-17]

 

Penjelasan

Ayat diatas sangat jelas ditujukan kepada bangsa Arab bahwa akan ada pelarian Dedan menuju Tanah Tema dikarenakan menghindari bangsa Kedar. Dan dalam setahun kejayaan bangsa Kedar akan habis. Nubuat ini persis seperti kejadian kaum mujahidirin yang hijrah ke Yatsrib [Madinah] dan ditolong oleh Muhajirin [Tema]. Hal ini karena intimidasi bangsa Quraisy Makkah [Kedar]. Satu tahun kemudian terjadi peperangan dahsyat [Perang Badar Kubra 624 M] di mana kaum Muhajirin-Anshar yang berjumlah 300 mengalahkan kaum Quraisy yang berjumlah 1.000 orang. Secara spesifik, Al-Kitab menyebutkan asal kaum Dedan. [Kejadian [25];3] Kadar dan Tema [Kejadian [25;12-16]

Nubuat Dalam Kitab Hagai

Aku akan mengguncangkan segala bangsa, sehingga barang-barang yang indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan firman Tuhan semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demukian firman Tuhan semesta alam. Adapun rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya semula. Firman Tuhan semesta, alam, dan ditempat ini Aku akan memberi dami sejahtera [Syalom] demikian firman Tuhan semesta alam. [Hagai [2];8-10]

 

Penjelasan

Ayat pertama dalam bahasa Aramaik tertulis “Ve Yavu Himdath Kol Haggoyim” yang artinya, “Dan Akan Datang Himda Untuk Semua Bangsa. “Dalam bahasa Aramaik, Hi diubah menjadi th. Himda berasal dari kata beda abstrak hmd/hamad/hmdh yang artinya keinginan, kerinduan, selera pujian dan nafsu.

Dalam bahas Arab hmd/hamida/himdah [fi’il] memiliki kemiripan  dan hubungan yang sama dengan kata Himda dalam bahasa Aramaik, yaitu pujian dan patut dipuji, keterkenalan, terkenal, mulia. Bila kata ini ditujukan  kepada benda/orang [mashdar] dalam bahasa Aramaik kata Himda menjadi maHmad, maHmood [praised] atau dalam bahasa Arab sama dengan Muhammad.

Fenomena yang menarik ialah di Jazirah Arab, nama Ahmad/Muhammad adalah nama pertama yang ada di dunia. Sebagai gambaran saja, kalian bisa membaca silsilah keturunan bangsa Arab di Al-Arab Al-Aribah, Al-Arab Al-Musta’ribah I dan II.

Di akhir ayat tersebut terdapat kata damai sejahtera dalam bahasa Aramaik, Syalom, Syalama [Suriah], atau salam-Islam [Arab] yang berasal dari satu akar kata [Bahasa Semit yang sama, yaitu Syalam yang berarti kedamaian, ketundukan dan penyerahan diri. Kata Syalom merupakan pengertian abstrak dan dalam bentuk sistem keagamaan yang kongkrit adalah Islam. Saya pernah membaca sebuah kitab bernama Remia pasal 28 ayat 9, “Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat itu digenapi, barulah ketahuan bahwa nabi itu benar-benar ditulis oleh Tuhan”. Dalam redaksi bahasa Ibrani, kata damai sejahtera pada ayat tersebut ialah “I syalom”, yang berarti Islam [Mashdar]

Secara historisnya, dahulu sebelum masa Islam , Ka’bah, walaupun menjadi tempat ibadah millah Ibrahim a.s tidak seramai Masjid Al-Aqsha [Jerusalem]. Baru pada jaman Nabi Muhammad dan pengikutnyalah Ka’bah dikenal semua umat manusia dan dijadikan tempat ibadah bagi jutaan manusia setiap tahunnya. Disamping itu, disebutkan dalam ayat Hagai dan Yeremia tadi, Nabi Muhammad telah menggenapi [menyempurnakan] risalah di Ka’bah ketika beliau menunaikan ibadah haji yang terakhir [haji wada], yaitu turunnya wahyu terakhir yang berbunyi

Diharamkan bagimu [memakan] bangkai, darah, daging babi, [daging hewan] yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih dan [diharamkan bagimu] yang disembelih untuk berhala dan [diharamkan juga] mengundi nasib dengan anak panah itu adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah berputus asa untuk mengalahkan agamamu. Sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah hanya kepadaKu. Pada hari itu telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. [QS A-Ma’idah [5];1]

DAFTAR PUSTAKA

Allen, J. P. (2001). The Oxford Encyclopaedia Of Ancient Egypt. Oxford University Press: Oxford University Press.

Andrie Masapati, L. A. (2014). 50 Misteri Dunia Menurut Al-Quran. Bandung: PT Mizan Pustaka.

Carroll, R. L. (1997). Pattrens and Proceses Of Vertebrate Evolution. Cambridge University Press: Cambridge University Press.

Collections, D. (2017). Dwipa Library . Yogyakarta: Dwipa Publisher .

Deedat, A. (1993). Mengungkap Tentang Bibel. Surabaya: Pustaka Da’i.

Hakim, A. (1973). Perbandingan Agama . Bandung: CV Diponegoro.

Haryono, A. (1986). Kamus Penemu. Jakarta: Gramedia.

Kusnandi, A. D. (2005). Mengenal Tuhan . Yogyakarta: Mizan .

Seroja. (2017). Seroja . Yogyakarta: Seroja Publisher .

 

 

 

About Author:

2 thoughts on “MUHAMMAD “Dalam Kajian Taurat Dan Injil”

  1. Shalom. Nabi yang dimaksud dalam Ulangan 18 : 18 adalah Yeshua haMashiach/ ישוע המשיח ( nama Ibrani Yesus Kristus ) yang saudara sebut sebagai Isa Al-Masih tetapi umat Kristen yang berbahasa Arab menyebut namaNya Yasu’a.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *