DIALOG DENGAN TUHAN “Tanah Tak Bertuan”

Bumi ini semesta, dan isinya adalah benda dan khayalan, lalu bumi ini adalah hutang, yang isinya adalah angkara serta murka yang nyata…. Manusia           : Tuhan…di mana letak kesempurnaan?. Tuhan              : Di saat kekosongan bertemu dengan ego manusia. Manusia           : Lalu..di mana batas lelah manusia dalam dunia?. Tuhan              : Saat bumi mengejawantahkan suara…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Mahasiswa Dalam Botol”

Siapa yang dianggap berprestasi dan siapa yang tidak adalah hak prerogatif masyarakat, bukan perseorangan. Dalam kancah dunia politik ini dikenal dengan sebutan “Politik Praktis” maunya yang praktis-prakris saja… Kang Ijo          : Wah…sempurna sekali demo hari ini. Kang Sunat     : Demo opo Kang?. Kang Ijo          : Demo roda tiga Nat!. Kang Sunat     : Kwi bemo Kang….

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Pendekar 212”

Kadang Kekayaan Itu Adalah Kebanggan Secara Tidak Sadar Bahwa Ia Adalah Miskin Permanen Kang Meleh     : Ini apa-apaan lagi, DPR minta rumah ealah kerja aja belum beres kok sudah minta gaji. Kang Ijo          : Saya ndak tahu ya Kang bagaimana pola pikir manusia-manusia Senayan yang katanya intelektual tinggi. Mereka adalah pada sisi gelap yang berusaha…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Di Mana Negaraku?”

Diamini atau tidak, dilihat atau tidak dan dirasa atau tidak, Indonesia adalah negara yang kuat terlepas dari sistematikanya sebagai bangsa terkorup. Itu adalah sebutan rasa sayang negara lain yang berlebihan kepada Indonesia.. Kang Meleh     : Rakyat itu siapa?. Kang Ijo          : Ya rakyat Kang, memangnya bagaimana?. Kang Meleh     : Saya berpikir bagaimana rakyat itu menentukan…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Serpihan Surga”

Memang, pandangan manusia terhadap manusia yang sedang “berobat” kepada Tuhan selalu banyak sisi yang unik. Saya membebaskan Anda untuk menterjemahkan “unik” dari segi apa saja, yang pasti Tuhan bagi saya adalah nyawa untuk hidup dan menghidupi yang telah dan sedang mati, meski kadang kejadian masa lalu muncul kembali sebagai sebuah pengingat jiwa-jiwa yang mondar mandiri…

[Continue reading]

ROMANSA

Apa yang terjadi ketika hati mulai berkelana dari ujung waktu menuju paruh waktu. Hidup apa ini ketika hanya menggunakan sampah kata masih saja mendera butiran debu. Apa yang sedang dan akan terjadi pada dunia esok? Semburan dosa menyeruak membongkar segala kebobrokan otakku. Dimana sesangsaranya hidup jika setiap hari bersanding dengan pujaan hati? Lalu dimana nikmatnya…

[Continue reading]

Angkring manner “Keponomi”

Apa yang menjadi daya guna masyarakat untuk mewujudkan kesejateraan merupakan analisis kritis negara. Perihal satu dua kebutuhan yang tidak bisa ditutupi itu wajar sebab ketidakbisaan mereka menutupi kebutuhan adalah kebanggan masyarakat karena memberikan kesempatan kepada yang belum bisa menutupi kebutuhannya. Kang Sunat     : Negara sudah berangsur memburuk Kang? Kang Meleh     : Apane Nat? Kang Sunat    …

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Buruh Kok Nyuruh”

Buruh menjadi migran terbesar di Indonesia, yang terjadi sederhana saja sebenarnya, apa yang diminta buruh negara berhak memfasilitasi. Berhak itu tidak wajib, tetapi berkaitan dengan apa yang semestinya di lakukan….lebih jelasnya mari kita ke manner Kang Salim      : Buruh ngawur Kang Kang Ijo          : Ngopo Kang? Kang Salim      : Minta perpres No 20 2018 tentang…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Jilbab Pocong”

Macem-macem saja kreativitas orang Indonesia, minggu ini baru viral jilbab pocong, apa maksudnya? Mari kita bawa ke ranah manner untuk mendapatkan pengakuan dari dunia manner. Kang Sunat     : Edian…ngeri Kang Meleh     : Ono opo Nat? Kang Sunat     : Ini lho Kang, di medsos baru marak jilbab pocong! Kang Meleh     : Ngerti medsos juga kwe…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Kartini: Selamat Ya Hari”

Habis manis sepah dibuang itu adalah sebuah buku karangan saya sendiri yang sama sekali belum saya terbitkan, apa isinya? Isinya adalah bagaimana menyikapi makna Kartini di era sekarang..kapan? ya sekarang yang disebut dengan sekarang… Kang Sunat     : Wah wis rapi wae Mbak…meh neng ndi e? Mbak Mini       : Lho…malam ini kan ada lomba kartinian Kang…

[Continue reading]