ANGKRING MANNER “Kartini: Selamat Ya Hari”

Habis manis sepah dibuang itu adalah sebuah buku karangan saya sendiri yang sama sekali belum saya terbitkan, apa isinya? Isinya adalah bagaimana menyikapi makna Kartini di era sekarang..kapan? ya sekarang yang disebut dengan sekarang…

Kang Sunat     : Wah wis rapi wae Mbak…meh neng ndi e?

Mbak Mini       : Lho…malam ini kan ada lomba kartinian Kang di RT 12

Kang Salim      : Iya…ayo pada datang Kang ikut memeriahkan

Kang Meleh     : Sek sek sek…sebenarnya makna Kartini bagi kita semua itu apa tho?

Kang Sunat     : Lho ngafain Kang, kan Kartini itu khusus perempuan

Kang Salim      : Ngawur kamu Nat, celana panjang itu khusus laki po perempuan?

Kang Sunat     : Memang apa Kang artinya?

Kang Meleh     : Banyak yang belum bisa membedakan antara wadon, estri, wanita dan putri

Mbak Mini       : Bedanya apa Kang?

Kang Meleh     : Wadon adalah perempuan yang kerjaannya ngurusi dapur dan sumur, membantu kerjaan orang tua, yang kedua adalah Estri atau yang dikenal dengan sebutan Isteri tugasnya adalah di dapur, kasur dan sumur artinya Isteri ini sudah menikah karena harus melayani suami, ketiga adalah Wanita atau wani ditata dalam artian perempuan itu berani diatur dan berani ngatur rumah tangga dalam hal keuangan dan rumah tangga, dan yang terakhir ialah Putri atau putusing tri perkawis, bisa memutuskan untuk menjadi wadon, estri dan wanita baru maju ke tingkat yang lebih tinggi yaitu putri karena perempuan Keraton itu kan namanya putri Keraton, tidak ada namanya wadon Keraton. Itu dulu deh pahami baru kita bicara Kartini yang seharusnya

~Dwipa~

About Author:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *