DIALOG DENGAN TUHAN “Serpihan Surga”

Memang, pandangan manusia terhadap manusia yang sedang “berobat” kepada Tuhan selalu banyak sisi yang unik. Saya membebaskan Anda untuk menterjemahkan “unik” dari segi apa saja, yang pasti Tuhan bagi saya adalah nyawa untuk hidup dan menghidupi yang telah dan sedang mati, meski kadang kejadian masa lalu muncul kembali sebagai sebuah pengingat jiwa-jiwa yang mondar mandiri di depan kuburan.

Manusia           : Tuhan…aku terus mencari-Mu dalam sepi.

Tuhan              : Kenapa kau terus mencariku, padahal kau selama ini terus meninggalkan Aku?.

Manusia           : Tuhan…aku mencari-Mu untuk meminta pertanggungjawaban-Mu terhadap aku.

Tuhan              : Ada apa?.

Manusia           : Di mana serpihan surga itu, aku ingin mengunjunginya?.

Tuhan              : Kenapa kau tanya itu?.

Manusia           : Aku lalai dalam tugas-Mu, aku sombong dalam kekuatanku, aku sirna dalam hadir-Mu dan aku congkak dalam tahu-Mu.

Tuhan              : Serpihan itu ada pada sisi-Ku, dunia-Ku yang gelap dengan gemerlap, dan sepi dalam hidup. Pejamkanlah matamu maka kau akan melihat serpihan surga itu melambai untuk merengkuhmu dalam satu kenikmatan.

~Dwipa~

About Author:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *