ANGKRING MANNER “Kebun Monyet”

Siapa yang ada di dalam kebun seharusnya? bangsa ini tak ubahnya kebun buah yang isinya adalah segerombolan monyet lugu nan pintar. Mereka menari meski musik telah berhenti, lalu mereka bernyanyi meski pita suara putus, dan mereka berpidato meski penonton sudah tertidur lelap… Kang Salim      : Indonesia itu merupakan warisan dunia ya Kang? Kang Guru      :…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Pesan Bu Guru”

Pendidikan itu adalah surga bagi kaum bodoh, dan neraka bagi kaum cendekiawan. Permasalahannya adalah, siapa yang menjadi guru? Kang Meleh     : Saya melihat pendidikan di Indonesia sudah ada di paling bawah, banyak pendidik yang hanya mengajar saja, tanpa serius membimbing, mengarahkan, dalam pikirannya hanya pertanyaan “Kapan gajian” Kang Sunat     : Ah ndak juga Kang, banyak…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Jaket Presiden”

Perasaan yang paling unik dari setiap manusia adalah munculnya rasa heran ketika melihat sesuatu yang menurut mereka menggelitik akal busuk. Tidak demikian dengan bangsa Indonesia yang selalu mengatakan bahwa ini adalah sebuah demokrasi. Kang Meleh     : Indonesia itu nyeleneh Kang! Kang Salim      : Kenapa Kang? Kang Meleh     : Apa-apa kok dikomentari Kang Salim      : Oh..yang…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Empat Tingkatan Nilai”

Zaman sudah edian, apa-apa mahal, semuanya tidak bisa dijangkau. Apakah ini zaman kolomendu? Ataukah zaman yang memang tidak pada zamannya? Ah sudahlah, lebih baik kita memberi makan ayam saja, itu lebih baik daripada berdebat tentang apa yang menjadi titik perbincangan orang yang bukan wilayah kita… Kang Meleh     : Edian harga jelang ramadhan gejala mau naik,…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Indonesia Tidak Butuh Kebesaran”

Bangsa ini adalah bangsa berdaulat, isinya manusia-manusia super yang siap perang melawan para penjarah yang dengan senyum manis mereka siap untuk merampas hak-hak rakyat…apa jawaban dari para penghuni angkring manner? Kang Ijo          : Kenapa Indonesia haru seperti ini Kang? Kang Meleh     : Seperti ini bagaimana Kang? Kang Ijo          : Merendahkan harkat dan martabat di hadapan…

[Continue reading]

KETIKA PIKIRANMU BERPIKIR : APAKAH SAMA TAI KUCING RASA COKLAT DENGAN CINTA?

Kini kita membicarakan sebuah kalimat yang mungkin sering kali diucapkan oleh berjuta pasangan yang mengaku dimensinya sampai pada ujung takaran malaikat. Kita sebagai manusia memang diciptakan amnesia. Bukan lupa ingatan, tapi lupa untuk sadar. Nah pernahkah dalam hidup kalian mendengar seorang lawan jenis mengatakan kalimat ini kepadamu? “Kaulah milikku satu satunya” Nah, coba kita kaji…

[Continue reading]

NEGARA MANA YANG SANGGUP SEPERTI INDONESIA?

Tanah, pasir, nalayan, suku bangsa, atribut negara, peristiwa, khalifah, pemimpin, apalagi yang ada di Indonesia? Begitu banyak hal yang dipunyai oleh Indonesia, hanya saja manusia di dalamnya tidak pernah mau membuka mata sejauh mana mata mereka memandang. Pernah membayangkan bahwa musik Indonesia itu saking bagusnya tidak bisa dinyanyikan oleh bangsa lain, tetapi lagu barat dengan…

[Continue reading]

INDONESIA TAK PERLU MARAH

Saya sangat membenci orang yang menghina Indonesia, saya berkata kepadanya “mana buktinya Indonesia itu jahat?” mereka memberikan sejumlah bukti “pembunuhan, perampokan, korupsi, ketidakadilan, dan semua ketimpangan yang ada”, saya jawab “ngawur! Semua yang terjadi di Indonesia adalah cara Indonesia berkomunikasi dengan dunia, Indonesia ingin menunjukkan bahwa negaranya bisa memberikan satu pesan dunia bahwa membunuh itu…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Terorisme”

Dialektika antara manusia dengan alam mengisyaratkan sebuah peraturan Tuhan yang sengaja disiratkan untuk menunjukkan kejamnya perjalanan… Manusia           : Tuhan, kemarin saya mendengar negara saya dicap sebagai terorisme Tuhan              : Lalu? Manusia           : Apakah ada negara terorisme Tuhan? Tuhan              : Lalu? Manusia           : Siapakah mereka? Tuhan              : Tidak pernah ada namanya terorisme,…

[Continue reading]

MARTHA “Sebuah Kisah Tak Terjelaskan”

Dia menatap kaki telanjangnya yang indah, gemulai tangan, leher halus dan rambut yang bercahaya. Dia memandang pipi yang terhangatkan oleh matahari dan pahatan wajahnya dengan ketakjuban dan kecantikan. Dia mulai merasa aman dan tersenyum dengan senyuman yang bercahaya, mendengar kata-kataku yang bijak dan hati-hati, dia terkejut mendengar kata-kata, karena seperti orang miskin yang telah terbiasa…

[Continue reading]