ANGKRING MANNER “Buah Akar”

Konflik batin antara mau disebut dan yang tidak mau disebut menuai berbagai pendapat, tentu saja pendapat itu berbeda beda. Sisi positif dan negatifnya ada pada kotak kecil yang disebut dengan jiwa! Kang Meleh     : Kang! Sampean itu ndak usah sedih, soal sampean dihina dan ndak dianggap itu sudah hal yang wajar. Lebih baik berkoban daripada…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Sepatu, Dua Dan Tiga”

Antara mengancam dan menguntungkan sebenarnya beda tipis, semua ada pada tatanan ujung pikiran dan persepsi manusia. Bagaimana membedakan antara sesuatu yang bersifat ancaman dan menguntungkan melalui media sepatu… Kang Salim      : Kang, saya ndak tahu, apakah yang di dapat manusia itu mengancam atau menguntungkan? Kang Meleh     : Sesuatu itu apa Kang? Kang Salim      : Ya..apa…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Siapa Sebenarnya Manusia”

Sisi lain dari gemerlapnya dimensi keberagaman dalam rusuhnya kehidupan terletak pada kerasnya sifat hidup dan kelegaan manusia untuk bertemu dengan Tuhannya. Dia akan senantiasa menerima falsafat hidup dalam ragam sosial. Untuk menggelembungkan pikiran dan noda dalam dosa, maka manusia mulai melihat potensi dan peluang yang ada, meskipun semuanya tidak presisi. Manusia           : Tuhan, siapa…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Kapan Tuhan Menciptakan Hawa?”

Banyak perempuan tidak mengetahui awal mula penciptaan dirinya, sehingga keistimewaan perempuan sengaja dipudarkan oleh diri masing-masing. Ini bukan sebuah perumpamaan, ini realita tersembunyi yang berbaur dengan akal dan nalar. Kang Guru      : Memang bener, ya begitulah adanya Kang, perempuan itu banyak yang tak tahu keistimewaannya. Kang Meleh     : Keistimewaan yang bagaimana dan yang mana ya…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Puasa Hormat!”

Apa yang salah dengan Indonesia? Kalau dilihat dari lingkaran khatulistiwanya, ia sudah lengkap dan siap untuk menjadi sebuah negara, namun tidak siap untuk menjadi Indonesia. Kang Meleh     : Kamu itu harus menghormati orang yang sedang berpuasa Kang! Kang Ijo          : Lho…kok gitu ya Kang? Kang Meleh     : Lha memang gitu kan yang sudah biasa kita…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Berguru Dengan Tuyul”

Posisi pikiran manusia pada peta yang gelap dan tidak ada sedikit cahaya longgar di dalamnya. Semua adalah usaha untuk merekonstruksi pikiran robot menjadi abot atau berat. Stigma dan logika dasar adalah dentuman keras yang disebabkan pertemuan dua argumen manusia. Kang Sunat     : Sedih saya Kang! Kang Guru      : Ngopo Nat? Kang Sunat     : Saya itu…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER ‘Hingar Bingar Kedunguan”

Wajah penuh canda dan tawa, otak penuh konsep dan idealisme, hidup penuh solidaritas, dan keluarga penuh dengan sifat mempengaruhi. Selalu,  dalam perjalanan setiap manusia membutuhkan sifat dan sikap seperti itu, lalu dengan alasan kemanusiaan sengaja ditransformasikan ke dalam masyarakat dan orang-orang terdekatnya.. Kang Sunat     : Bener po Kang? Kang Meleh     : Ya kamu lihat sendiri…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Antara Puasa Manusia dan Kuasa Tuhan”

Puasa itu apa? Banyak sudah teori yang menjelaskan dimensi keberagaman tentang uniknya puasa dan apa itu puasa sesungguhnya. Menahan hawa nafsu? Sudah bisa, menahan makan dan minum? Itu juga sudah biasa, lalu? Manusia           : Tuhan, apa itu pemahaman puasa? Tuhan              : Puasa itu bagian dari mencari Aku dan berdialog dengan-Ku, kenapa kau menanyakan…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Negara Kecamatan”

Disaat media sibuk manayangkan drama panggung kehidupan, para pejabat juga tak kalah sibuk dengan terus mengelambirkan perutnya dalam masa jabatan yang tersisa. Ini bukan dekonstruksi, ini adalah realita yang dimodifikasi dengan penuh ancaman agar raktar selalu memakan informasi yang mereka ciptakan sendiri. Kang Sunat     : Kang, saya kemarin ke Jakarta Kang Ijo          : Lha terus,…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Indonesia Menang-Is”

Dalam konteks dualisme, pengertian ini akan memecah konsentrasi menjadi beberapa bagian tersendiri, semua tergantung cara pandang manusianya. Mari kita lihat lebih dalam apa dan bagaimana pembahasannya. Kang Sunat     : Wah sedih aku liat Indonesia Kang, keadaannya kok seperti ini terus. Kang Meleh     : Seperti ini bagaimana Kang, sik jelas kwe nek ngomong! Kang Sunat     :…

[Continue reading]