ANGKRING MANNER “Dialog Dua Ruang”

Komunikasi tidak harus dilakukan dalam satu ruang, satu dimensi, satu waktu dan satu keyakinan. Komunikasi menemukan sosok atau figur yang jantan dalam mengolah data-data. Dua ruang, memberikan satu argumentatif kepada sekian banyak pikiran untuk mewujudkan keberagaman manusia dalam menyaksikan perkembangan komunikasi. Kang Salim      : Kenapa kok bisa begitu, bukankah komunikasi harus satu ruang? Kang Guru     …

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “#2019 Gantirakyat”

Pernahkah Anda menjumpai seseorang yang berpikiran konvensional, berapi-api dalam mengutarakan maksud, berstimulan rendah dan berpenampilan perlente?, sebut saja namanya “rakyat”. Kang Meleh     : Kenapa kok dikatakan seperti itu Kang? Kang Guru      : Sederhana saja si Kang, seseorang yang disebutkan diatas itu adalah perwakilan dari sisi baik dan buruknya manusia. Yaaa siapa lagi kalau bukan rakyat!…

[Continue reading]

DILARANG CANTIK DI KAMPUS “Kekuatan Diam”

Kekuatan Tuhan memisahkan dari dirinya dan menghiasinya. Ia memercikkan kepadanya berkah kebaikan dan keangungan. Ia memberinya cangkir kebahagiaan dan berkata “jangan minum dari cangkir ini kecuali kau melupakan masa lalu dan masa depan, karena kegembiraan bukanlah apa-apa selain sebuah momen”. Elsa masih berdiri dekat perapian, wajahnya masih bertanya-tanya, dagunya masih menggelayuti mimpi, dan kakinya masih…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Apa Bedanya Toilet Laki Dengan Perempuan?”

Pemandangan, pemahaman dan kesetaraan cara berpikir akan menentukan sikap dan toleransi setiap manusia. Degadrasi otak, minimnya pengalaman serta malunya nurani untuk berpikir, menjadikan “manusia” tidak bisa menjadi manusia. Kang Salim      : Kenapa Kang kok “manusia” tidak bisa menjadi manusia? Kang Meleh     : Sebab mereka belum sanggup untuk berpikir, mentalnya belum kuat untuk membedakan mana toilet…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Dikenal Dan Terkenal”

Pemahamannya yang berbeda, tingkatan isinya yang berbeda, lentur pesannya yang berbeda dan tentu saja maknanya yang berbeda. Manusia itu produk Tuhan yang kesekian kalinya, tentu saja sifat manusia beragam, keberagaman itulah yang menjadikan manusia saling mengenal, menghujat dan menepikan keinginan ilahiahnya. Kang Sunat     : Hmm, sepertinya akan terjadi perpecahan jika tidak segera dibenahi! Kang Meleh    …

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Esok Aku Masih Bisa Makan”

Ada, tidak ada adalah sebuah kepercayaan mutlak yang dimiliki Tuhan. Manusia mempunyai dimensional yang berbeda dengan mahkluk lainnya. Anggapan manusia tentang hidup, kepercayaan manusia tentang kemungkinan, dan logika dasar manusia tentang perpecahan pikiran akan membuat manusia melakukan hal yang terstruktur. Manusia           : Apa kabar Tuhan, lama aku tidak menyapa-Mu. Tuhan              : Utamanya kau datang…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Generasi Kongkow-Kongkow”

Peradaban ini sungguh bodoh, alam berlarian untuk mengistimewakan sebuah harapan. Perkataan demi perkataan terjalin erat saat mata mulai memandang sebuah ujung dunia. Generasi kongkow-kongkow adalah sebutan bagi mereka yang mengandalkan pikiran bodohnya dibanding untuk melakukan hal yang baik. Siapa mereka? Kang Sunat     : Siapa Kang? Kang Meleh     : Siapa saja asal memenuhi syarat diatas ya…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Tongkat Pramuka”

Ada dua hal dalam menjalani permasalahan, satu dengan cara dilalui, dan yang kedua dipikirkan dengan konsekwensi yang tak berujung selesai. Demikian juga ketika manusia dalam masa transisi dari keburukan menuju kebenaran, apa dan siapa sesungguhnya hati dan  piikiran, lalu bagaimana kejelasan malam ini? Kang Meleh     : Kang, dari semalam saya melihat kamu kok beda, ada…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER ‘Lepas Lapas”

Saya bangga dan terharu melihat bagaimana Indonesia ini sangat dermawan, sangat patriotis, sangat puitis dan tentu saja sangat kaya raya. Semua kelebihan itu memberikan isyarat khusus bahwa ada sesuatu yang terjadi, entahlah…kita tidak berhak tahu meski sebenarnya antara hak dan kewajiban itu beda tipis. Kang Sunat     : Telat! Kang Meleh     : Kenapa kok telat? Kang…

[Continue reading]