KISAH CEWEK MATERAI

Kisah ini diambil dari kehidupan nyata seorang Jingga  (bukan nama sebenarnya) teman saya yang saat ini menjadi seorang dokter di Rumah Sakit Pemerintah di Yogyakarta. Saat ini Jingga sudah memiliki suami dan hidup bahagia  (duh telat….) Nampaknya banyak perihal yang dikatakan orang ada benarnya juga bahwa hidup itu begitu banyak rintangan, setiap yang diinginkannya tidak semudah apa yang dilakukannya. Tentang hidup juga didalamnya terdapat serangkaian makna yang kadang susah untuk diterjemahkan dengan berbagai alasan. Cinta, sebuah kata yang sederhana tapi begitu dalam maknanya, terutama bagi orang yang sedang kasmaran. Namun…

Selengkapnya

MANUSIA RUWAT

Anda tidak profesional!, memang, Anda tidak bisa bekerja, ya sudah daridulu, Anda tidak bisa diandalkan, ya kenapa mengandalkan saya?, Anda tidak punya kreativitas, saya kan bodoh, Anda tidak bisa diajak kompromi, sudah sewajarnya begitu, Anda tidak bisa-bisa, ya itulah kelebihan saya, Anda tidak bisa berkarya, ya karya kan memang tidak dilombakan, Anda tidak produktif, ajari saya untuk setidakproduktif saya, bisa?, Anda tidak visioner, ya karena saya kan retardasi mental, Anda tidak sesuai dengan ajaran leluhur Ki Hajar Dewantara, lalu Anda sesuai dengan siapa kalau saya dianggap tidak sesuai? Anda tidak…

Selengkapnya

ROKOK ITU PENTING, Karena Banyak Orang Penting Itu Merokok

Saya tidak sedang bicara mengenai baiknya sebuah rokok, juga tidak sedang bicara mengenai aktivitas perdagangan dan substansi ideologi perusahaan rokok. Saya hanya mencoba menggambarkan nilai di dalam akktivias merokok masyarakat Indonesia. Kita coba pisahkan antara aktivitas dengan nilai, antara makanan beracun dengan racunnya, antara hukum dengan sistem hukumnya. Kalau ada sistem hukum yang berlaku sedangkan yang disanggah dan dicacimaki adalah norma hukumnya, maka itu keputusan yang kurang syahdu dalam ranah pemikiran kelas bawah seperti saya. Ketika Anda melihat makanan beracun, maka jangan membuang makanan dan piringnya, pisahlah, carilah asal usul…

Selengkapnya

ANGKRING MANNER “Mengukur Batas Kejayaan”

Yang namanya kejayaan itu tidak bisa diperlihatkan hanya dengan mengatur letak jam tangan dan ukuran celana jins mahal. Tidak bisa diukur hanya dengan membolak-balikkan kertas nota sebagai wujud syukur tiada tara. Kang Guru : Emangnya bisa ya mengukur batas kejayaan? Kang Meleh : Bisa saja Kang! Kang Guru : Caranya? Kang Meleh : Kita harus mengetahui ukuran dan jenis otak mereka, minimal sama dengan mereka derajatnya, sehingga mudah untuk dilakukan klarifikasi! Kang Sunat : Bagaimana kita bisa tahu kejayaan orang itu? Kang Meleh : Kalian bisa melihat angin? Kang Sunat…

Selengkapnya

ANGKRING MANNER “Kebebasan Yang Diperkosa”

Kadang sesuatu itu bertolak belakang dari apa yang baru saja dibicarakan, pendustaan massal terjadi pada sekian banyak logika manusia yang ada, entah di kandang sapi, kerbau atau bahkan ada yang mengaum seperti Ayam, padahal kita tahu ayam bukan berkokok tapi mengembik. Kang Salim : Ada dua sisi yang mempertanyakan dimensi tertentu dalam berkomunikasi soal kebebasan. Kang Sunat : Dimensi tertentu yang bagaimana ni Kang? Kang Salim : Ya misalnya kebebasan! Kang Sunat : Maksudnya kebebasan yang bagaimana? Kang Salim : Yang tidak bebas, contohnya ketika seseorang mengatakan soal pakaian bebas…

Selengkapnya

REBUTAN BODOH! “Cara Cerdas Mensyukuri Kekurangan”

Secara umum, manusia selalu ingin menjadi lebih pintar, cerdas dan maju dalam berpikir, dan manusia akan senang ketika masuk kategori berjasa atau berprestasi dalam segala bidang apa saja. Rebutan bodoh adalah sebuah istilah yang saya buat untuk manusia-manusia bodoh yang tidak paham tentang apa pun juga. Saya melihat fenomena ingin menjadi yang “ter” adalah lazim terjadi di semua kalangan masyarakat, hanya saja mereka lalu menjadi sombong dan besar kepala. Normalnya manusia ketika dipuji jelas akan terbang dan bangga dengan prestasi yang telah diperolehnya. Tapi bagi saya, pintar, cerdas itu sebuah…

Selengkapnya

DILARANG CANTIK DI KAMPUS “Aku Tidak Bisa Memikirkanmu Lagi Malam Ini”

Suara dentingan piano menghiburku malam ini, tak satu pun dapat Elsa dengarkan kecuali rangkaian nada demi nada. Tangannya sudah teramat sibuk untuk menuliskan apa saja yang terjadi dalam hidupnya hari ini. Elsa harus memaksakan diri untuk berhenti sejenak dari rasa memikirkannya, Elsa tidak bisa untuk terus hidup dalam ketersembunyian akal sehatnya. Apa yang menuaikan secercah harapan? untuk itu, Elsa harus pintar untuk berdebat dengan masa lalu, Elsa harus menang secara nalar, dunia harus mengakui bahwa Elsa hidup dalam kebahagiaan yang terlalu panjang tidurnya. Baginya perjalanan ini menorehkan selembar puisi untuk terus meneruskan pengembaraan. Elsa duduk di kasur, pikirannya entah kemana,…

Selengkapnya

ANGKRING MANNER SENGGAMA “ (Soal Edukasi dan agama)

Sama atau tidak itu tidak perlu diperdebatkan, siapa yang unggul tidak perlu diributkan, cantik siapa tidak perlu disinggung, dan benar atau salah tidak perlu dinobatkan sebagai orang yang “ter” dalam hidup bermasyarakat. Kang Meleh : Apa yang sama dan apa yang tidak sama itu sama saja Kang! Kang Guru : Lho kok sama saja? Ya pasti ada bedanya, bisa saja sama itu sama sama beda atau beda itu ada kesamaan didalam perbedaan itu. Kang SUnat : Sek,,,sek,,,sek, ini ada apa? Kang Ijo : Waiki mulai lakone! Kang Guru : Ini…

Selengkapnya

ANGKRING MANNER “Manusia Kalengan”

Banyak formula yang pantas dan yang tidak pantas dijadikan contoh untuk memberikan pemahaman semestinya. Manusia kaleng ialah manusia yang isinya tidak ada, kalaupun ada bunyinya seperti kaleng, mereknya saja bagus tapi suaranya “nyempreng” ndak karuan. Kang Meleh : Ada ya Kang seperti itu? Kang Salim : Walah, kalengan Kang banyak banget! Kang Meleh : Detailnya bagaimana to itu Kang? Kang Salim : Jadi manusia macam ini itu banyak diam, isinya kopong, dikasih “koin” atau iming-iming baru dia “bisa bergerak” ya sama saja dengan robot, otaknya dikendalikan oleh listrik. Kang Meleh :…

Selengkapnya

TUHANMU “DANGDUT SEKATEN”

Katanya sih terpelajar, kabarnya dulu sih ketua bla,,,bla,,,bla,,saya juga heran ketua atau tertua, gosipnya sih du,,,du,,,du,,,otaknya? Jangan ditanya isinya begitu banyak program kerja dengan tujuan untuk “mengsengkunikan” manusia lain. Senyumannya maut, siapa melihatnya akan kpelek-klepek sesuai dengan aturan dalam undang-undang periblisan. Salah satu kebodohan manusia adalah sengaja memasuki “rimba gelap” yaitu dengan mengadopsi sinisme terhadap kontrol sosial dan kebudayaan masyarakat sekitar tentang kesalahpahaman mengartikan kebebasan. Yang berbeda itu bukan selalu dibedakan, tapi dispesialkan, diberikan ruang, diberikan akses lebih mudah, kok dikira dibedakan, dugaan sementara otaknya ikut hancur saat perang PD II…

Selengkapnya