WISMA SEROJA “Siapa Air?”

Sederhana, tingkat kebodohan manusia adalah bentuk ketidaktahuan yang dipoles sedemikian rupa menjadi sifat ketidaktahuan sementara. Bersifat normatif dan jarang menguak peristiwa yang begitu dahsyat di Bumi Allah ini. Teh : Siapa sebenarnya Air? Cangkir : 2/3 katanya Air? Gula : Siapa itu merujuk kepada “bagaimana”, kenapa? Sebab untuk menemukan “Siapa”, kita harus paham proses sebelumnya….

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Jangan Halangi Maling!”

Manusia itu selalu jadi batu komedo yang begitu besar, menghalangi niat manusia lain untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan keinginan. Kang Salim : Maling kok jangan dihalangi, nanti kalau barang kita ilang pie? Kang Guru : Memangnya kita ini punya apa Kang? Kang Salim : Ya itu harta gono gini, burung Garuda, prenjak, emprit dan sebagainya!…

[Continue reading]

DILARANG CANTIK DI KAMPUS “Cinta Itu Tidak Ada!”

Elsa selalu membantah bagaimana bisa cinta itu ada kalau yang diberikan hanya sebatas rasa ingin memiliki bukan rasa ingin menjaga? Cinta tidak diciptakan dari unsur-unsur seperti itu, cinta tidak juga diciptakan, cinta itu ada ketika manusia menghargai diri sendiri dan orang terdekatnya. Orang pertama bilang “Tidak!, cinta itu ada! Karena aku merasakannya”, Elsa dengan tersnyum…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Membagaimanakan Bagaimana”

Bagaimana teknik menganalisa karikatur dunia? Bagaimana wujud sebenarnya pemilik alam ini? Bagaimana bentuk wajah kita saat masih berumur belasan, bagaimana cara membagaimanakan pertanyaan? Gula : Sederhana saja memandang hidup itu, pertama cari apa yang dekat dengan kita lalu pikirkan bagaimana asal usulnya. Kedua, setelah di cari asal usulnya lalu bagaimana dampak yang kita cari ini…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Sok-Sial Media”

Kalau dibilang sok-sok-an, ndak juga karena dia asli tidak terbuat dari plastik seperti mobil-mobilan, kalau dibilang biasa-biasa saja, ndak juga karena apa yang disampaikan seolah-olah paham betul soal ini itu. Kang Salim : Kasus lagi ya Kang! Kang Sunat : Kemarin saya mbakar sampah biasa-biasa saja tu, ndak pakai ribut-ribut! Kang Meleh : Beda Nat!…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Kebun Solsire”

Macem-macem saja ulah manusia Indonesia, ada yang ini, itu ada yang bilang bahkan membela “majikannya” padahal majikannya baru saja membeli hewan baru untuk peliharaan yang lebih mudah untuk diatur. Kang Meleh : Sama saja dengan di sana! Kang Ijo : Sana mana Kang? Kang Guru : Saiki itu kalau bicara harus hati-hati, sedikit salah saja…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Dosa Manusia Yang Kedua”

Bentuk, wujud dan dekonstruksi bangunan logikanya harus lurus, tidak boleh mangkir dari panggilan alam, tanah dan Tuhan! Kang Sunat : Dosa? Bukankah itu “wajib” bagi manusia?. Kang Meleh : Wajib? Dosa kok wajib?. Kang Salim : Wajibnya dimana Kang?. Kang Ijo : Mungkin wajib untuk dihindari. Kang Guru : Tahu, apa dosa manusia yang kedua?….

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Bangku Baru”

Duduk terdiam memikirkan siapa gerangan pengasuh para sarjana muda di Indonesia. Lalu otak ini berjalan tak menentu, tentu saja selalu buruk isinya, tapi tunggu dulu, ada suara rintik itu… Gula : Apakah para sarjana muda itu sah secara sarjananya? Air : Kenapa bisa begitu? Teh : Apakah ada yang salah? Cangkir : Tidak!, mereka tidak…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Kepepet Babi Ngepet”

Imsonia majikan adalah nasionalis yang tragis, ia mendirikan sebuah perkumpulan yang ternyata sebuah perguluman. Ketiak dunia ia pegang lalu ia remas sambil memejamkan mata, ternyata ia sakit homo Kang Meleh : Apik kwi, siapa yang kepepet? Kang Salim : Ada Babi ya? Kang Sunat : Nek Babi selalu ada! Kang Salim : Lho yang gak…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Babushka Lady”

Sebuah misteri pada tahun 1963 yang hingga kini tidak pernah terkuak siapa dia. Di pembahasan Angkring Manner kita akan mencoba mendiskusikan siapa Babushka Lady.. Kang Meleh : Masih menuai misteri, coba data apa saja yang didapat di koran Kang? Kang Sunat : Secara garis besar siapa sih Kang? Kang Guru : Babushka Lady ialah perempuan misterius…

[Continue reading]