DILARANG CANTIK DI KAMPUS “Eps 3 Misteri Pembawa Bunga”

Celah-celah sinar matahari menghangatkan badanku yang semalam mengigil karena kedinginan. Aku usap-usapkan tanganku, aku tiup, udara disini lumayan menusuk tulang-tulangku. Perapian yang semalam aku bikin bersama Gadis sudah mulai membeku seiring dengan datangnya matahari. “Sudah siap meneruskan perjalanan, mau kemana sekarang?” tanya Gadis, “Kemana arah mengarahkan kakiku”,”Aneh!”,”Kenapa?”,”Hanya mengejar fatamorgana, tidak ada jelasnya kemana arah dan…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER ‘Jalan Pro-tolol”

Pikiranmu itu, gaya hidup atau jalan hidup? Gelombang tinggi dalam imajinasi batinmu itu hidup atau tidak? Kausalitasmu itu spektrum luas atau hanya dentuman kemarahan? Level pikiranmu masih becek dengan aransemen kebodohan atau sudah repertoar tingkat tinggi? Sandiwara atau kemungkinan mati? Kausalitas dan mizan di spektrum the First God (tidak bisa saya sebut Only God, karena kebodohan adalah…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Disembah, Menyembah, Dipersembahkan”

Tarif manusia itu ada dalam bagaimana ia memperbincangkan dengan roh dalam diri mereka sendiri, seberapa besar manusia melihat kedalam roh itu, padahal roh itu setiap hari ada dalam tatanan kehidupan manusia. Gula : Disembah? Air : Menyembah? Teh : Dipersembahkan?, lha apa maksudnya? Cangkir : Apakah kalian tidak pernah paham bahwa kita sering melakukan itu…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Cintanya Kang Sunat di Sunat”

Malam selalu tak bisa dijelaskan oleh siang, senja selalu memikirkan renjana, lautan itu sepi, yang ada sudah tiada, yang tiada kembali menjadi keheningan yang perlu untuk dipertimbangkan keberadaannya. Kang Guru : Kang Su itu kenapa, kok daritadi saya liatin sibuk nulis terus, mo jadi kontraktor po dia? Kang Meleh : Lho, salah Kang!, kalau nulis…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Ensiklopedia Bangsa(T)ku”

Permainan itu sistem, tegur sapa itu item, konflik itu bumbu, rasa sesal itu tujuan hidup supaya tahu bagaimana sebuah perjalanan yang terhenti karena waktu… Air : Udara itu hampa yang isi. Cangkir : Kalau oksigen? Teh : Nyawa! Gula : Kalau dosa? Air : Dosa itu keahlian manusia yang terstruktur dalam kemasan yang ideal menurut…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Ketiban Blandar”

Salah sangka pada diri sendiri mengakibatkan dentuman retorika yang parah, tak bersensasi, tak berbobot dan tak pernah mengadakan pikirannya sendiri. Bagaimana itu bisa terjadi dan seperti apa kasusnya… Gula : Bagaimana pemahamannya? Cangkir : Blandar itu adalah atap, artinya sosok manusia yang sudah bodoh tak mau belajar pada kenyataan. Air : Siapakah mereka secara rincinya?…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Dimana Indonesiaku?”

Seperti mencari jarum dalam jerami, sistem yang dibangun masih merajalela, kebodohan masih hinggap disana sini, keberagaman kontekstual masih tidak dianggapnya. Bahkan, sastra kelas atas kalah dengan “syair” yang dilakukan untuk membela diri yang tak berdiri sendiri. Kang Meleh : Memangnya Indonesia hilang kemana Kang? Kang Salim : Hilang harga dirinya! Kang Guru : Kok tahu?…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Otak Atik Kopyor!”

Ada yang mengatakan bahwa jadi orang harus A,B,C, ada yang mengatakan untuk hidup harus D,E,F dan yang diujung sana mengatakan kalau kamu begini akan begitu dan seterusnya. Prinsip ini tak pernah lepas dari manusia yang belum punya prinsip matang dalam melegitimasi harapan dan konsep berpikir. Kang Sunat : Es kopyor po Kang? Kang Guru :…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER ‘Endo-nesa”

Negara itu disebut negara atau disebut negara ketika memang pantas disebut negara? Atau malah disebut negara karena ketidaknegaraan para negarawannya? Kang Sunat : Gimana tu Kang? Kang Salim : Siapa Endo-nesa? Kang Guru : Belum tahu? Kang Meleh : Belum, memangnya siapa dia? Kang Guru : Bukan siapa-siapa! Kang Meleh : Lha kok dibahas? Kang…

[Continue reading]

DILARANG CANTIK DI KAMPUS “Eps 2 Misteri Pembawa Bunga”

Gadis itu mengerutkan dahinya berpikir soal nama yang Elsa sebutkan, “Nama apa?, kenapa harus ada nama? Kenapa dengan tanggungjawab?” Aku masih membisu diterkam oleh pertanyaan yang mematikan. “Istirahatlah besok kamu akan berjalan lagi”, “Tunggu” tanyaku,”Kenapa rumahmu ada di tengah bukit ini?, lalu bagaimana dengan keluargamu? Tetanggamu dan kehidupan sehari-hari?,”Ayahku penjaga kebun teh di sini, mandor…

[Continue reading]