WISMA SEROJA “Kedaulatan Mimbar”

Yang pakai peci bicara soal neraka, yang pakai sorban bicara surga, mereka kadang-kadang saling pukul! Yang pakai sarung cap botol ciu bicara perilaku sedangkan yang tak memakai apa-apa justru ayan diteras Masjid! Gula : Fenomena apa? Air : Alam! Cangkir : Tidak hanya itu saja, tapi itu fenomena yang sedang terjadi! Air : Tentang apa?…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Fatwa Harian!”

Cobalah untuk duduk diatas bara api, atau larilah diatas lumpur, atau mungkin seminarlah didalam kolam ikan lele, pasti Anda akan jauh lebih hebat dari penderita penyakit apapun, terutama penyakit sosial! Kang Ijo : Mana bisa Kang bicara dalam lumpur dan sebagainya? Kang Salim : Sebenarnya bisa saja, asal tahu ilmunya! Kang Guru : Ah kalau…

[Continue reading]

SEMENTARA BERPIJAK

Dalam kurun waktu yang berselang, delegasi hati menjulurkan pemikirannya, keberpijakan ini meraup apa yang disingkapkan oleh dunia. Lembaran kegelapan mulai pendar seiring dengan munculnya kemerdekaan manusia dalam hak menentukan pilihan. Lubang-lubang hati, sekarat dengan embun yang mengoyak kesunyian pagi, aku berdendang mengiringi kematian para leluhur, menjumpai para imajinasi lalu aku mencoba turun untuk mengerti. Coba…

[Continue reading]

MISIONARIS MIRIS

Gayanya perlente, rambut gondrong pirang! Bicaranya menantang Malaikat, jalannya deglang! Pikirannya melebihi Tuhannya dia sendiri. Apa yang disampaikan olehnya merupakan fatwa kebenaran yang harus diyakini “kebenarannya”, teriak sana sini, fasih berbahasa Arab padahal belum tentu dia bisa paham kenapa bentuk wajah beruang seperti itu. Lucu memang! Dengan keberagaman yang sedahsyat ini, kita jadi tahu mana…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Gelombang Pertengkaran!”

Ramai riuh dalam kotak kecil yang sering disebut dengan televisi, ada ini ada itu ada macam-macam sama persis seperti warung pecel! Teh : Mereka sedang melakukan latihan jelang tahun baru! Air : Oya?, latihan apa? Teh : Drama! Ada sutradaranya, ada lakon, ada menang dan kalah! Cangkir : Siapa yang bakalan menang ya? Teh :…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Darma dan Drama”

Anda tidak pernah akan bisa melakukan kalau tidak memahami apa yang sedang terjadi dalam diri Anda sendiri. Seseorang yang disangka A akan menjadi B bahkan Z, sedangkan orang yang pendiam, berkarya, berpikir akan disangka nol! Cangkir : Tidak masalah! Air : Dimana masalahnya? Teh : Santai saja! Gula : Lho kok? Teh : Lha iya,…

[Continue reading]

DILARANG CANTIK DI KAMPUS “Eps 9 Misteri Pembawa Bunga”

Perasaanku berkecamuk, aku mulai tidak tenang, siapa orang itu tatapannya begitu tajam, sinar matanya seolah ingin menusukku, wajahnya samar tak terlihat, tapi aku bisa merasakan ada energi yang negatif dari arah utara. “Kenapa?” tanya Sukma”,”Apakah acara seperti ini rutin?” tanyaku asal,”Ya! Setiap tahunya ada” Aku alihkan pandanganku, seketika orang itu sudah tidak ada, apa karena…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Sedekah Waktu!”

Kamu pikir orang yang kerjaannya seharusnya belum selesai tapi sudah “diselesaikan” itu buruk? Stop! Berpikiran buruk terhadap orang seperti itu. Itu bukan buruk! Kang Meleh : Lalu apa Kang kalau bukan buruk? Kang Sunat : Iya, kan itu perilaku korupsi! Kang Ijo : Tidak sesuai dengan Indonesia! Kang Guru : Sebentar sebentar!, jaga emosinya, ada…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Dialog Yang Dirubah Jadi Monolog!?”

Sesuatu yang luar biasa itu ketika bisa merubah struktur dan sistem yang sudah secara baku ditetapkan oleh kesepakatan ilmu pengetahuan. Tetapi, jangan harap itu terjadi di Indonesia. Justru di Indonesia isinya tukang sulap semua! Kang Ijo : Kok tukang sulap Kang! Sulap apa? Kang Salim : Menyulap A menjadi B! Kang Meleh : Maksudnya? Kang…

[Continue reading]

DILARANG CANTIK DI KAMPUS “Eps 8 Misteri Pembawa Bunga”

Kenapa dia tahu, apa yang sebenarnya terjadi, siapa orang ini, dan Gadis, kenapa dia menyuruhku ke tempat ini, apa dia…ah, apa hubungannya dengan perjalananku selama ini, dia tahu apa? “Tahu apa Pak?, apakah Bapak tahu siapa yang saya maksud?”, “Besok lusa akan ada pertunjukan seni disini”,”Lalu…”,”Tunggulah sampai pertunjukkan itu selesai mungkin kamu akan dapat jawaban,…

[Continue reading]