ANGKRING MANNER “Cara Melihat Kebaikan”

Benda itu bisa dilihat, udara bisa dihirup, jalan panjang bisa ditempuh. Lalu bagaimana cara melihat sebuah kebaikan? Kang Sunat                      : Wah susah itu Kang! Kang Meleh                      : Kenapa kok susah? Kang Sunat                      : Lha kebaikan kan tidak terlihat Kang. Kang Meleh                      : Tapi bisa dilihat! Kang Guru                       : Dengan cara apa Kang? Kang Salim                       :…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Sarjana Keledai atau Sarjana Kedelai”

Ada sebuah idiom yang sering dipakai di kalangan masyarakat kelas grassroad. Siapa yang menanam akan menuai, siapa yang berbuat akan menuai akibatnya. Saya rasa idiom atau pepatah itu perlu untuk dipikirkan kembali faedah dan fungsi koordinaatnya. Air                       : Siapa yang dinilai seperti itu? Cangkir                : Siapa saja yang merasa bahwa otak nya sudah seperti keledai…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Jalur Evakuasi Pikiran”

Saya memang merasakan bahwa harus ada perubahan di beberapa sektor berpikir manusia. Ada yang keliru, ada yang sudah memasuki masa pensiun dini. Itulah sebabnya bangsa Indonesia hanya berputar-putar saja di belakang rumah. Cangkir              : Kira-kira di bagian mana ya yang perlu direvisi? Air                     : Bisa revisi, bisa diganti bahkan bisa turun mesin otaknya karena sudah…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Warung Lotse”

Saling tunjuk, saling memekakkan telinga nada suaranya, saling menghilang satu sama lain, ujung-ujung-nya saling rayu pas mau bayar. Teh                     : Wah itu sering dan terjadi dimana-mana! Air                     : Sebenernya apa sih maknanya lotse? Gula                   : Lotse itu “minum” mabuk intinya tidak ada kebaikannya sama sekali. Jadi ya tolol saja sudah tahu pahit, pusing tetep…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Perubahan Seseorang”

Apa yang terlihat dari seseorang ketika lama tidak bertemu? Apakah akan terlihat berubah? Ataukah tetap sama saja seperti terakhir kali bertemu? Lalu apakah itu layak disebut dengan perpisahan yang mendewasakan? Kang Sunat                      : Ya bisa jadi Kang seperti itu. Kang Salim                       : Kenapa? Kang Sunat                      : Bagi saya, seseorang itu tidak ada perubahan. Kang Salim                      …

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Dimana Puncak Kesabaran?”

Ketika seseorang mengatakan atau mencari sesuatu, pasti membutuhkan perjalanan, pencarian yang panjang dan regulasi yang tertata rapi. Tapi bagaimana dengan pertanyaan, dimana puncak kesabaran? Kang Ijo                            : Dimana ya Kang? Itu yang saya cari sejak dulu. Kang Guru                        : Di hati mungkin? Kang Sunat                       : Ah kali ini sampean enggak masuk akal! Kang Salim                        :…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Menyalahkan Rindu”

Keberkahan yang paling menarik adalah ketika merindu kepada seseorang, sesuatu dengan sangat mendalam. Malam begitu indah ketika rindu itu datang, masuk melalui celah jiwa yang membakar gelora masing-masing hati. Kang Meleh                       : Weh…gelora cinta! Kang Sunat                       : Sirkuit!!!! Kang Ijo                            : Ada apa ini? Kang Guru                        : Sederhana saja, tapi bener enggak? Kang Sunat                       :…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Cara Unik Dalam Mencintai”

Siapa yang tidak pernah jatuh cinta adalah manusia yang kurang gizi. Pikirannya pasti hampa oleh tanaman-tanaman indah. Tapi banyak juga yang terkapar karena cinta. Bagaimana menyikapinya? Kang Sunat                      : Adakah ada cara yang well Kang? Kang Meleh                      : Well menurutmu itu yang bagaimana dulu? Kang Sunat                      : Ya yang bisa memecah belah logika manusia dan…

[Continue reading]

BELAKANG RUMAH PAK AHMAD

Beberapa tahun yang lalu, aku pernah mengajaknya untuk menanam sesuatu di sebuah kebon lumayan luas. Malam itu aku gandeng tangannya, dia sedikit agak bingung dengan sikap rambooku. Akhirnya setelah aku jelaskan dia memahami niat jahatku juga. Perlahan aku gali tanah yang sudah lumayan tua dan berbau aneh itu, dia hanya tersenyum saja karena apa yang…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Makan Lauk Minum Nasi”

Saat ini memang harus was-was dan pasang pikiran supaya tidak terjerumus kedalam lembah nista yang dinamakan “bodoh permanen” Kang Salim : Pie kwi Kang bodoh permanen? Kang Meleh : Bodoh yang disebabkan karena pengetahuan seseorang. Kang Sunat : Lho kok bodoh karena pengetahuan, bukannya…. Kang Meleh : Nah itulah, sekarang banyak orang bodoh karena merasa…

[Continue reading]