ANGKRING MANNER “Pada Awalnya”

Yang dimaksud dengan awal adalah bagian pertama pada sebuah pijakan tersendiri, mungkin sebagian orang menerjemahkan lain. Langkah yang menjadi pijakan pertama adalah awal. Lalu yang jadi pertanyaan adalah, yang disebut awal itu pijakan, atau langkahnya? Kang Salim : Pijakannya Kang? Kang Meleh : Kenapa? Kang Salim : Itulah yang pertama kali dilakukan. Kang Sunat :…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Dunia Fabel!”

Dua orang datang ke SEROJA membawa semacam upeti yang tidak wajib bahkan saya haramkan di bawa. Mereka mengajak diskusi soal segala kemungkinan, segala kemunafikan, segala diskriminasi dan segala yang memang tidak bisa disegalakan. Lalu saya bergegas untuk memberikan batasan tentang “segala” “Hati-hati membicarakan yang tidak ada batasannya.” “Lho katanya tadi mau ngasih gambaran tentang batasan…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Simpan Mulutmu Dalam Toples!”

Malam ini ada tujuh orang berjajar sambil sesekali mencuri-curi pandang. SEROJA penuh sesak dengan para pejuang harokat! Mereka bersikeras paham dan menganggap dirinya paham soal pemahaman. Ada yang sengaja memanjangkan jenggotnya, ada yang alis matanya dikasih warna hitam, ada yang gondrong tapi belum jelas kemana arah gondrongnya. Saya berpikir dari tujuh manusia ini satupun tidak…

[Continue reading]

WISMA SEROJA “Tips Memilih Hewan Ternak”

Sebentar lagi hari raya idul adha, sebenarnya sama dengan hari raya semesteran dalam dunia perkuliahan. SEROJA malam ini dihadapkan pada kebimbangan seorang santri dari Jawa Timur tentang memilih tips hewan ternak. “Apakah ada cara jitu?” katanya. “Tidak ada! Sebab hewan ternak yang akan kita pilih bisa berbuat keonaran, dan tidak bisa diganggu gugat! “Hewan model…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Tentang Menemukan Seseorang”

Menemukan itu apakah harus mencari? Kalau seandainya, hanya duduk diam, berdoa apakah itu bisa disebut menemukan? Hmm menemukan Tuhan? Apakah semua yang kita lakukan ada batasannya? Bagaimana cara mengukur keikhlasan? Kang Meleh : Hidup itu tidak bisa diukur dari mana dan sampai kemana. Kang Ijo : Lha terus bagaimana kita menjalaninya Kang? Kang Meleh :…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Sungai Kesedihan”

Celah itu sedang berlayar menuju Sungai yang jauh lebih dalam, aneka ragamnya masuk dan berkembang biak hingga menjadi beberapa butir telur hidup. Mereka siap menetaskannya dan menyapa hingar bingar dunia. Kang Salim : Tanda kehidupan Kang? Kang Sunat : Bukan! Kang Salim : Lalu…? Kang Sunat : Itu perkara kehidupan, bukan tanda kehidupan! Kang Meleh…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Yang Tergelap!”

Anda salah! Hitam itu bukan gelap! Dan gelap tidak selalu dikategorisasikan sebagai hitam. Bahkan dalam ilmu fisika, gelap tidak pernah ada! Kang Meleh : Jadi bagaimana kita harus menyikapinya Kang? Kang Guru : Dengan cinta saja! Jadi manusia hebat itu ketika dia sudah paham bagaimana bertindak dengan cinta dan yang dengan tinta. Kang Salim :…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Tidak Pernah Tidur”

Dari sekian banyak yang dirisaukan manusia, hampir semuanya memberatkan pada keduniaan. Sementara waktu dan jalur imajinasi segera dan terus bergerak menghimpit kesenengan yang semakin lama semakin menghilang. Kang Meleh : Apa yang menyebabkan seperti itu Kang? Kang Guru : Faktornya jelas! Kang Meleh : Kita tidak bisa membedakan mana yang sifatnya dunia dan akhirat. Sehingga…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Pintar-Pintar Jodoh”

Seseorang menemukan barang yang hilang, itu berjodoh, seseorang ditemukan di pinggir kali setelah bertahun-tahun hilang, itu juga namanya jodoh, seseorang lima belas tahun belum menikah, lalu ketemu dengan teman PAUD itu juga jodoh. Kang Sunat : Nah kalau maling ketemu maling di acara reuni maling terus malingnya kemalingan, itu jodoh bukan? Kang Meleh : Itu…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Meninggalkan Pemberian”

Kalau kita duduk sarungan, ngopi dan bercengkrama dengan kawan atau tetangga atau janda sebelah, apa yang dibicarakan? Jarang sekali orang membicarakan tentang apa yang akan jadi bekal setelah mati. Kang Meleh : Apa saja yang diberikan Kang? Kang Guru : Kita tidak sadar selama ini, lengah! Kang Ijo : Lengah pie Kang? Kang Salim :…

[Continue reading]