TOLONG MENOLONG SEBUAH BAHASA PALING BAIK

Berpikirlah seperti laut yang tak pernah memprotes kebijakan pasir untuk mempercantik pantai-pantainya. Berayunlah seperti dedaunan, meski kadang terhempas bulir-bulir kegundahan tapi setidaknya daun tahu betul kerjasama antara akar dan batang pohon. Duduklah seperti karang, panjang umur dalam bercita-cita dan tak pernah beranjak dari prinsip keteguhan, meski kadang dihantam gulungan ombak, dan sapuan derai badai samudera,…

[Continue reading]

REKONSTRUKSI PANTAT DAN WAJAH MANUSIA

Anda tidak pernah berpikir kenapa pantat ditutupi dan wajah dibiarkan terbuka dan “dinikmati” jutaan orang? Anda juga tidak pernah memikirkan kenapa wajah yang di berikan sentuhan make up? Kenapa yang satunya Anda biarkan terpenjara? Anda juga tidak pernah terpikir bahwa Anda tidak bisa berpikir. Ketika wajah Anda disentuh diam saja, ketika pantat Anda disentuh kenapa…

[Continue reading]

MENGHALALKAN SEGALA SARA

Dibalik segala usaha, banyak yang tidak mengerti apa itu tujuan perilaku manusia sesungguhnya. Dibalik tujuan yang sesungguhnya terdapat hal-hal yang tidak dimengerti apakah itu sebatas pengetahuannya atau justru pengetahuannya tak terbatas pada dinding-dinding ketidaktahuannya. Banyak manusia terhipnotis lingkungan dan peradaban zaman, ada yang langsung ikut arus tanpa tahu dasarnya, ada juga yang masuk perlahan tapi…

[Continue reading]

LUBANG ITU…AH….

Aku tak kuasa menahan desahan permintaan dari dasar jiwa, menghentak seperti besi membara, aku tak kuasa menahannya, hingga kaki ini bergetar terus dan terus bergetar. Mata ini melihat kesempatan untuk menjelajahinya, seperti gurun pasir Sahara, luas dengan kenikmatan dan sempit dengan pengkhayalan. Aku memerintahkan kurir-kurir untuk memeriksa seberapa nikmat lubang itu, aku tak percaya setelah…

[Continue reading]

KACANG DAN IKLAN KONTRAPERSEPSI

Seorang pensiunan petinju bingung apakah akan menjual TV nya atau mempertahankan dengan alasan warisan simbah harus terus dilestarikan. Akhirnya setelah merenung sekian bulan, ia memutuskan untuk menjualnya. Ketika akan mengangkat TV, langkahnya terhenti, matanya tak bisa berkedip sebab dia melihat jenis olahraga baru. Beberapa orang yang mengklaim pelajar dan intelektual bermain gulat, catur dan tebak-tebakan…

[Continue reading]

FILSAFAT PROTES

Kenyataan, ketahuan, ketidaktahuan, kegundahan, kegirangan, kehilangan, kesatuan, keberagaman, kemunafikan, kehancuran, ke ke dan ke yang lain membawa kita pada sistem operasional yang kacau, tak tahu mekanisme berproses tapi protes jalan terus. Banyak dari kalangan manusia yang sesungguhnya bukan manusia melaksanakan “kewajiban” yang disangka sebagai sebuah keharusan, menilai seseorang dari balik baju tanpa melihat BH dan…

[Continue reading]

BERTEMU MBAH YA’I DI KUBURAN CINA

Suara lirih terdengar dari tengah hutan dekat kuburan Cina, malam itu saya baru pulang dari rumah saudara yang kebetulan tak jauh dari lokasi kuburan Cina. Suara itu semakin lama semakin keras. Saya berhenti mencari sumber suara. Duduk bersila di sebelah pohon besar, seorang Kiai bersorban hijau, bersarung dan memegang tasbih. Saya tanya alasan utama mampir…

[Continue reading]

ATRIBUT PENYESALAN

Teriak-teriak di depan layar ponsel, menghujat sana sini seolah dialah yang maha benar, menskalakan segala masalah dari sudut pandangnya sendiri, menganggap manusia lain seekor lalat yang hinggap di pantat-pantat basah para pecundang negara. Hanya sebagai atribut penyesalan, setelah itu hatinya membara menghujat lapisan-lapisan sosial. Alasannya sederhana saja, mental cemen merajalela menghiasi ranjang-ranjang berkarat dan ruang…

[Continue reading]

ANGKRING MANNER “Bagi-Bagi Kafir”

Siapa menyangka yang pernah menyangka siapa yang tak pernah bisa disangka, maka akan tergerus oleh sangkaannya sendiri. Lalu mati membusuk ditengah keramaian pasar. Kang Meleh : Opo kwi Kang maksudte? Kang Guru : Kemarin saya melihat seseorang dengan lihainya mengkafirkan! Kang Sunat : Lha itu lho Kang yang sebenarnya mengganjal dalam jiwaku. Kang Ijo :…

[Continue reading]

MASYARAKAT DAUN KERING

Mudah terbakar, berserakan dimana-mana, mudah patah, mudah diprovokatori. Sejeli apapun seseorang menganalisa peristiwa, masyarakat ini jauh lebih “jeli” hanya saja bedanya, masyarakat daun kering lebih memfokuskan pada titik ketidakpastiannya dalam menuju kebaikan. Jiwanya kering, mudah terpental jauh dari mekanisme hidup, telinganya kering dari suara-suara kebaikan, matanya kering dari pandangan-pandangan visioner, pikirannya kering dari falsafah-falsafah kehidupan….

[Continue reading]