KEBODOHAN DAN SEGELAS TEH ANGET

Saya ini alhamdulillah bangga dengan kebodohan, bersyukur dengan segala kerendahan saya, berbangga hati dengan segala ketidaktahuan saya. Apa sih yang saya banggakan? Apa-apa pun saya tidak punya, bahkan kategorinya “sama sekali” tidak punya apa-apa kecuali ketidakpunyaan itu sendiri. Betapa hebatnya saya ketika bisa mengangkat gayung untuk mandi, itu mungkin salah satu kehebatan saya yang kemungkinan bagi sebagian besar sesuatu yang sangat mudah.

Utang banyak, rumah gak punya, pendidikan blong! Kendaraan Cuma pakai truntung tua, Otak sempit, kantong tipis, makan lesehan di angkringan bareng tukang becak dan kuli bangunan. Pernah suatu malam saya hanya punya uang dua ribu, nekat saya datangi angkringan Mbah Bejo selatan kuburan Cina. Sampai pagi saya nongkrong, modal teh anget dan dua bakwan goreng. Tapi dari situ saya begitu banyak mendapat keilmuan hidup tentang cara menghargai, cara bersikap jadi manusia, cari berkata sopan santun, cara memaknai segala peristiwa, cara untuk hidup sederhana, cara untuk berdiskusi dengan orang. Apakah nilai dua ribu sebanding dengan apa yang saya dapatkan. Sebab, Sabda Mbah Bejo pelajari manusia dulu supaya tidak gampang sakit hati. Memang benar sabda Mbah Bejo, banyak orang tidak mempelajari manusia, sehingga tidak memanusiakan manusia.

Dalam ilmu Psikologi ada yang disebut Eksperimen Skill (kata Mbah Bejo), manusia bisa hidup berdasarkan pengalaman seperti hewan dan makhluk lainnya. Saya pikir, ada benarnya juga, di sana banyak yang tidak menghargai manusia

Dulu, jaman Mbah Bejo jadi Rektor Universitas SEROJA periode I sebelum beliau pensiun sering memberikan wejangan bahwa manusia bisa hidup kalau sudah berhasil menghidupi manusia lain. Artinya, tidak menyakitkan hati, tidak sombong dan tidak bertindak diluar kodrat manusia. Kapan-kapan saya ceritakan apa saja wejangan Mbah Bejo lainnya.

About Author:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *