PASUKAN KODOK

Ada yang sedang berusaha meninggalkan dunia sudah keburu meninggal dunia, ada yang sedang mengejar dunia malah dihajar dunia dengan segala keegoisan dan kemunafikan. Di beberapa kesempatan, saya pernah menulis sosok Kasdu yang terperangkap di jebakan dunia, mengintimidasi level-level terendah, dan membunuh sosok-sosok mengerikan dalam dirinya. Ada dimensi keberkahan dan kutukan, di dalamnya mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan lajur keras usaha manusia lainnya. Kasdu mempunyai hewan peliharaan yang namanya manusia, bisa beragama A, B atau C atau bahkan, peliharaannya kadang tidak mau dipelihara.

Pada konteks tertentu diadakan kontes kebodohan dan kepintaran, dengan analogi sebuah hewan peliharaan Kasdu. Hewan pertama namanya manusia, hewan kedua namanya manusia tahap kedua. Keduanya kadang bisa disebut manusia atau unsur manusia keduanya kadang berebut profesi saling me manusiakan manusia dan memanusiakan unsur-unsur manusia. Apa sih yang mereka keluhkan, inginkan dan ributkan? Toh Tuhan sudah memberikan kecantikan, ketampanan dan kelengkapan hidup? Si manusia tahap pertama memberikan argumen, itu terjadi karena manusia sudah disusupi sifat kehewanan jadi, yang bergerak-gerak setiap hari itu adalah manusia berpredikat tingkat tinggi.

Selalu memberikan motivasi kehidupan yang layak untuk tidak diikuti, arahan-arahan yang mencoba menjebloskan ke dalam penjara pikiran. Petuah dan saran yang menjerumuskan waktu-waktu luangnya.

Ada saat manusia menjadi manusia, dan ada saatnya manusia memiliki sifat seperti manusia, atau mungkin saja ada massanya manusia menjadi hewan berperikemanusiaan yang adil dan beradab (kalau bisa)

Kemampuan yang terjerembab pada kondisi kekinian memaksa manusia untuk hidup berdampingan tapi berdiam-diam. Niat baik menyelaraskan pasukan kehidupan, tapi menjalar pada sistem-sistem mutlak yang disepakati sebagai sebuah rahasia bersama.

Semoga dan masih berdoa semoga, akan ada juru pikir sehingga mereka terselamatkan dari rongrongan jiwa mereka sendiri. Kesemogaan itu semoga masih menjadi semoga tanpa ada hasil dan usaha yang keras. DEMI MEREKA YANG SANGAT BAIK

About Author:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *