FAKULTAS LINGKAR PANDANG

Belum lama ini, UNIVERSITAS SEROJA meresmikan fakultas baru yang namanya fakultas lingkar pandang. Sebuah wadah bagi kaum “tertinggal” untuk tidak mengejar ketertinggalannya. Sebuah makna yang hancur lebur kami bangun dengan tujuan meluruskan konsepsi berpikir. Pada hakikatnya FAKULTAS LINGKAR PANDANG merupakan kesimpulan dari beberapa asumsi tentang cara dan tata cara berpikir.

Seseorang (malam itu jam 03.00) mendeskripsikan tentang kelemahan manusia tetapi justru menjadi sebuah kekuatan yang menarik. Di FAKULTAS LINGKAR PANDANG tidak ada batasan untuk mendiskripsikan ini dan itu, dan itu secara logika sah saja. Larangan yang ada hanya dilarang melarang. Saya tidak bisa paham kenapa diluar sana begitu sibuk memikirkan dunia dan antek-anteknya, sedangkan kami sedang bahagia dengan jalur “cepat” yang kami lakukan.

Kami menunggu teguran keras dari rektor UNIVERSITAS SEROJA karena FAKULTAS LINGKAR PANDANG bagian terkecil dari cabang-cabang pembelajaran. Saya tidak bisa membayangkan kalau tiba-tiba sayap kiri kanan dunia ini berhenti bekerja, kira-kira apa yang akan terjadi? Kebakaran? Kesejukan atau justru kepanikan massal? Saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu karena memang itu bukan wewenang saya untuk tahu dan tidak tahu. Lalu apa manfaatnya kalau saya tahu, tidak tahu dan sok tahu? Toh juga akhirnya memang saya tidak tahu. Sebab, level-level terbesar untuk hidup ada pada FAKULTAS LINGKAR PANDANG dan kesejatian tentang keburukan setiap insan.

Perbincangan sana sini, ini itu tidak pernah terbatasi, terhenti pada parkir-parkir konvensional. Yang saya tekankan adalah rasa tenggang rasa sesama manusia, jangan sampai ada yang kelaparan, itu tidak baik. Kalau di FAKULTAS LINGKAR PANDANG ada yang lapar tidak jadi soal, asal jangan kelaparan, kalau di FAKULTAS LINGKAR PANDANG ada yang miskin tidak masalah asalkan tidak fakir. Simpel saja para “dekan-dekan” fakultas LINGKAR PANDANG mendeskripsikan pemakluman-pemakluman yang terjadi. Itu saja masih menuai pro dan kontra.

About Author:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *