AKHIRAN TANPA AWALAN

 

Kalau baca tulisan-tulisanku, engkau akan tahu ribuan desir itu mengisyaratkan sebuah perjuangan, perhentian manis yang kadang tidak tertahan. Aku memuslihatkan peradaban, sewaktu bertemu denganmu, pikiran tak henti-hentinya, apakah aku benar-benar jatuh cinta kepadamu? Kepada setiap impian yang tidak nyata? Aku melihatmu dari lubang penantian, merengkuh segala batas khayal.

Sampai pada titik kendali, aku melihat seperempat bulan muncul dari balik mega, malam begitu tenang, sampai-sampai aku ingin menyudahinya dengan tidur. Ujung lidah tak sampai beku, aku mulai mengantuk. Ini adalah perjanjian dua helai hati, senada dengan antusias ketika pertama kali ke rumahmu. Untung aku masih beruntung, engkau tak melihatku secara utuh. Kemandirianku dalam menyembunyikan perasaan ini, membuat perjalanan kian masuk lebih dalam.

Siapa yang pantas dihinggapi cinta? Apakah wajar bila seorang pejalan menuliskan syair-syairnya? Selama aku mencari, derapan langkah terbujur kaku, tak henti-hentinya aku menangis memikirkan bentang impian itu. Cinta bukan hanya pertautan dua hati, pikiran dan jiwa, cinta itu sebuah kekosongan, pada mulanya ada akhirannya, dan pada akhirannya ada awalan yang menggerus cahaya-cahaya.

Sungguh pada tatanan yang jiwa yang merdeka, aku mencintaimu tidak seperti dulu, aku membungkusmu untuk diri sendiri. Tak perlulah orang lain mengomentariku, sejauh ini aman-aman saja. Tidak berbilang pada angka dan penjelasan.

Mulai meninggalkan selangkah demi selangkah, seperti aku yang duduk di sebelahmu saat hujan menggelegar. Kalimatmu meneduhkanku, menyeka setiap lekat perih melanda, sampai batas waktu yang ada, aku meninggalkanmu dalam penantian. Jangan terkecoh pada bulatan-bulatan kesempurnaan, itu adalah gelembung keonaran. Engkau menasehatiku seperti ibuku yang setia dalam kekanak-kanakanku.

Tulisan-tulisan ini untuk siapa? Apakah hanya untukmu? Apakah untukku? Ataukah untuk semua yang tidak berada pada letak kebersamaan. Mereka sedang dilanda kebesaran cinta, lupa tahta dan jiwa kebendaan.

 

About Author:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *