MUNAFIK OPORTUNIS

 

Buih-buih itu menari kesana kemari, bentang kehidupan dikiranya sebuah komoditas primer, Tuhan dijadikan “bahan dagangan” diperjual belikan sesuai tarif lokal. Kebimbangan masyarakat disinggahi otoritas kesendirian. Kelompok-kelompok belajar melampaui batas kemanusiaan. Ini sebuah rekayasa teks atau seks? Dalam konflik nilai berkepanjangan, manusia dihadapkan pada dua pilihan, meskipun sebenarnya ada berbagai macam pilihan, salah dan benar, keadilan dan keserakahan, pemerkosaan moral dan pengkondisian moral.

Saya menggunakan istilah munafik oportunis bagi mereka yang mengatakan A di suatu ruang dan B di ruang sebelah, C di kamar mandi dan D di ruang pemutusan. Apa mungkin ada pilihan E sebagai wujud pembobolan diskriminasi internal? Sungguh sebuah pertobatan yang “sakral” dengan menimbang kedaulatan eksistensi. Sumber segala sumber adalah Tuhan, namun saat ini Tuhan bisa “dikorting” dijamah dengan alasan “Tuhan ada dimana-mana.”

Penetapan pangsa pasar seperti ini melibatkan interior kedisiplinan, mereka tidak pernah membongkar sebab akibat, yang mereka tahu adalah sebab tidak berakibat dan akibat tidak bersebab. Kaum genius memiliki kesanggupan untuk memilih secara objektif, selepas itu mereka kembali membangun dinasti kacau untuk rakyat-rakyat yang super primitif. Pembenahan dari akar kualitas memang diperlukan, seperti halnya seorang guru yang mengajarkan muridnya jangan mencuri, ketika muridnya besar dan merampok tidak dipermasalahkan, sebab kontekstualnya adalah mencuri, sedangkan merampok tidak sama dengan mencuri.

Oportunistik ada ketika seseorang mengaku pahlawan dalam bidang tertentu, membabat semua lawan diskusinya, memenjarakan konsep-konsep leluasa. Sama dengan berbagai macam dinasti kecemburuan, menatap para pengulas agung lalu menceburkannya di semak-semak legalitas. namun kaum remaja bersandar di tengah-tengahnya, sebuah nada sumbang yang dinyanyikan dengan awalan yang tidak relevan.

Di depan mata kaum remaja, dipertontonkan legalitas kesendirian, dihajar massa demi popularitas. Munafik oportunis adalah “bayang-bayang” kelabu sebuah kepemimpinan lokal. Menjarah aspirasi dan membawanya ke tiang-tiang pesakitan.

About Author:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *