ESKALASI PERMUSUHAN

 

Seseorang menganggap diri sebagai santri Tuhan dengan mengatakan ini itu, menghujat di sosial media. Padahal ketika seseorang mengatakan ini itu di dunia “abstrak” justru secara psikologis tidak berani untuk berhadap-hadapan! Bukti sebuah “setengah matang” sifat seseorang. Lumayan! Indonesia menjadi negara ketiga terbanyak dalam “menduniakan Maya” tetapi tenang saja, rakyat Indonesia sudah jenius, bahkan saking jeniusnya, membajak sawah ditinggal tidur karena saking percayanya pada kerbau.

Ada semacam eskalasi permusuhan antara manusia dengan tuhan. Seolah olah, tuhan di-Tuhan-kan, padahal tuhan bukan Tuhan dan Tuhan juga bukan tuhan, dia hanya bagian sangat kecil dari Dia. Sesungguhnya dia memang bukan Dia. Eskalasi permusuhan itu terjadi saat manusia merasa “benar” dengan segala fatwa nya, meyakini ini itu pasti benar dan beranggapan bahwa dirinya adalah “King of The Year!” tidak beda jauh dengan Firaun!

Jembatan sudah dibangun, dia datang bersama tuhan dan mem-bom- sehingga dia sendiri ikut hancur. Itulah kejeniusan Indonesia dan segala lubang-lubang “surga’nya. Patut diberikan nobel perdamaian karena sanggup mengumpulkan semua keluarga dalam satu pemakaman massal. Hidup Indonesia! Rakyatnya cerdas berkualitas.

Saya sendiri amat sangat bahagia ketika melihat beberapa calon Sarjana mengumandangkan permusuhan dengan tuhan dan Tuhan. Mereka adalah ahli buku dan konsep statistik terhebat sepanjang dunia. Pendirian yang sangat kokoh sehingga untuk merobohkan tidak perlu pakai martil, cukup dengan paha janda atau dada perempuan lokal.

Permusuhan yang sebenarnya hanya ada dalam diri masing-masing manusia, bukan pada manusia lain. Sifat eksternal yang muncul sungguh haru, saya anggap seperti pakai celana dalam side A dan side B. tenang saja! Ini bukan kritikan, bukan tulisan, ini hanya susunan teks yang kebetulan saya tulis secara sengaja. Jadi unsur kesengajaannya tidak ada, lha wong saya sengaja kok. Gimana apakah otak sudah berjalan normal? Atau tersangkut di sela-sela BH penggemar dangdut?

 

About Author:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *