PEMBELOKAN SEJARAH “Polemik Masuknya Islam Di Indonesia”

Apa yang kita pahami, bahwa Islam adalah pendatang baru di Indonesia. Sejarah resmi kita menuliskan kisah masuknya Islam baru terjadi pada abad ke 13 (tepatnya tahun 1275 M), dengan Pasai sebagai kerajaan Islam pertama dan para pedagang India Gujarat sebagai para penyebar Islam di nusantara. Jika melihat kronologis tahun masuknya Islam, maka ada pesan yang ingin disampaikan oleh penulis sejarah itu, bahwa Islam menjadi biang kerok runtuhnya agama Hindu Budha Majapahit dan Sriwijaya. Catatan sejarah ini masih menjadi kurikulum yang (dipaksa) diyakini oleh jutaan pelajar dan mahasiswa hingga para orang…

Selengkapnya

TELEVISI INDONESIA “Bahaya Pencucian Otak Dari Komedi Sarkastik”

Kalau banyak anak kecil sekarang terbiasa memaki-maki saudara atau teman sepermainannya, jangan salahkan mereka, karena di acara Pesbuker yang tayang  di ANTV, idola-idola mereka juga sering mencaci-maki sesama pemain. Kalau  anak jaman  sekarang terbiasa main pukul entah menggunakan benda keras atau tumpul jangan  salahkan mereka, sebab di tayangan OVJ Trans7 idola mereka juga saling pukul meskipun terbuat dari bahan lunak atau styrofoam. Jangan pula salahkan remaja yang doyan goyang erotis, karena joget oplosan di acara Yuk Keep Smile atau YKS Trans TV juga setiap hari memberikan contoh berjam-jam lamanya di…

Selengkapnya

KERATON YOGYAKARTA DI RAMPOK! “Menukik Jejak Harta Rampasan Penjajah!”

India berulangkali meminta kembali permata terbesar dan termahal di dunia. Koh-I-Noor, milikinya yang dirampas oleh penjajah Inggris pada masa perang. Namun, berlian yang diperkirakan bernilai miliaran Poundsterling itu tak pernah di kembalikan, meski itu adalah hak sejarah dan budaya milik bangsa India. Dengan entengnya, berlian itu menjadi koleksi Kerajaan Inggris. Aneka kepentingan bermain di PBB, sehingga konsensus pengembalian benda-benda bersejarah tinggi hasil rampasan pada masa kolonial tak pernah ada ujungnya. Nasib India tak jauh beda dengan Keraton Yogyakarta. Meskipun bukan berupa harta benda bernilai miliaran Poundsterling, namun Keraton Yogyakarta pernah…

Selengkapnya

GAJAH MADA “Penjajah Atau Pahlawan Dari Tanah Jawa?”

Tanah Jawa tak pernah tandus akan kisah-kisah kontroversial berlatar belakang historis, di mana salah satunya ialah kisah mengenai kehebatan kerajaan Majapahit dengan maha patih Gajah Mada-nya. Sosok mandraguna ini pun dilabel dengan sebutan Pahlawan Nasional karena melalui Amukti (sumpah) Palapanya ia dipandang sebagai tokoh Nasional pemersatu Nusantara. Kehebatan Majapahit dan Gajah Mada pun notabene merupakan refleksi kebanggaan kerajaan dan masyarakat Jawa pada umumnya, hingga hari ini. Jika memang benar kekokohan Gajah Mada sedemikian mahsyur sehingga label pahlawan pemesatu pun menurut pemerintah layak disematkan kepadanya, maka; Mengapa tidak ada satu pun…

Selengkapnya

KONTROVERSI NAMA BATAK “Investigasi Wuppertal”

Siapa yang tak kenal istilah “Batak” yang merujuk pada salah satu suku yang bermukim di Sumatera Utara. Sampai-sampai semua orang yang berasal dari Medan selalu di tanya “Orang Batak ya?”, “Marganya apa?”. Padahal di Medan sendiri termasuk pusat kerajaan Islam Melayu Deli. Menurut kepercayaan orang Batak, induk marga Batak dimulai dari si raja Batak yang kemudian menyebar ke penjuru tanah Tapanuli sehingga lahirnya bermacam-macam marga Batak. Peranan misionaris II Nomensen asal Jerman, menjadikan mayoritas penduduk Medan beragama Kristen dengan gereja HKB (Hurian Kristen Batak Protestan) yang menjalar di hampir seluruh…

Selengkapnya

Filosofi Lampu Merah Cerminan kaum proletar ***

Lampu merah, sebuah penanda, pertanda, tanda, simbol atau bahkan prasasti yang sengaja dipasang untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan. Saya rasa dimana saja di jalan-jalan protokol pasti ada lampu merah. Mari sejenak kita “berbodoh” ria untuk membahas apa sih makna dibalik lampu merah yang ada di persimpangan jalan. Seperti kita ketahui keberadaan lampu merah ada dua macam, yang pertama keberadaannya bisa menolong dengan cara memberikan tanda berupa tiga warna, merah kuning dan hijau. Bagi orang yang cerdas, maka akan tau dan patuh pada setiap warna yang ada seperti merah harus…

Selengkapnya

SIAPA NENEK MOYANG KITA SESUNGGUHNYA? “Menelisik Jalur Khusus Peradaban Leluhur Bangsa Indonesia”

  Banyak sekali misteri yang belum terjawab dari sejarah luluhur kita dulu. Siapa kita sebenarnya pun masih sering terbantahkan dengan banyaknya fakta-fakta misterius yang belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Salah satunya adalah jejak yang terdapat pada relief candi Penataran di Jawa Timur. Candi ini ditemukan pertama kali oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1815. Sejarah mencatat bahwa candi ini adalah warisan kerajaan Hindu yang ditandai dengan adanya artefak pahatan Ganesha  (dewa pengetahuan), Dwarapala  (raksasa penjaga gerbang), dan relief-relief kisah Ramayana yang diyakini sebagai budaya Hinduistik Namun, rupanya pendiri Candi Penataran…

Selengkapnya

Budaya Apologi

Dalam kajian ilmiah kata apologi merujuk kepada kontemplasi “saling menyalahkan untuk menutupi kesalahan diri sendiri” budaya ini merupakan satu kesatuan dengan sifat manusia pada dasarnya yang ingin selalu benar dengan semua pendapat yang dimilikinya. Masyarakat Indonesia memiliki jenis budaya yang seperti ini, terkadang sering kita jumpai disetiap permasalahan, perdebatan antara satu dengan yang lain cenderung menyalahkan sesuatu yang lebih besar untuk menutupi kesalahan yang diperbuat. Budaya ini sudah mengakar dan entah kapan akan selesai jika manusia masih mempunyai budaya seperti ini. Sebagai contoh misalnya : ada seorang yang ketahuan mencuri…

Selengkapnya

Jendela Budaya

Keberagaman akan budaya di Indonesia membuat bangsa Indonesia semakin kaya dengan khasanah dan realita yang ada, baik itu mengenai budaya, seni dan masyarakatnya. Keselarasan antar budaya menjadi cerminan tingginya keramahtamahan warga Indonesia. Lewat budaya, masyarakat Indonesia dipertemukan, dipersatukan hingga banyak hal yang terjadi melalui media budaya ini. Komunikasi yang terjadi dibaliknya’pun mampu menembus batas konservatif, sehingga menghasilkan permaknaan tersendiri dalam berbudaya. Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan dan keberlangsungan budaya tak bisa lepas dari pengaruh komunikasi di dalamnya. Setiap manusia yang terlibat mampu memberikan kontribusi masing-masing. Perubahan budaya yang terjadi dari…

Selengkapnya