DIALOG DENGAN TUHAN “Delegasi Surga Sore Hari”

Manusia : Aku melihat pelangimu Tuhan! Tuhan : Apakah kau suka manusia? Manusia : Sangat suka!, apakah aku akan melihatnya esok? Tuhan : Tidak! Manusia : Kenapa Tuhan? Apakah esok sudah tidak ada pelangi lagi? Tuhan : Masih ada! Hanya bukan di dunia, tetapi disisi-Ku! Manusia : Kenapa Kau mengatakan seperti itu Tuhan? Aku ini…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Menawar Dosa!”

Manusia sudah masuk ke lubang biawak!, keselarasan berpikir sudah tidak lazim kegunaannya. Sudah tidak bisa disamakan dengan argumentasi tentatif yang digadang-gadang menjadi “ramuan” manjur masa kini oleh para pelaku zaman modernisasi! Manusia : Konyol! Ini konyol Tuhan!, mana ada manusia melupakan sang Penciptanya!, saya tidak terima Tuhan!, Kau harus bertindak Tuhan, jangan diam saja! Tuhan…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Apa itu Rasa kepada-Mu?”

Kelebihan iman juga tidak baik, kekurangan iman juga tidak baik, berbuat tidak baik juga tidak baik, lalu yang tidak baik itu dimana baiknya, lalu yang baik itu dimana tidak baiknya? Manusia : Tuhan, ini soal rasa, aku mau mengklarifikasi. Tuhan : Silahkan! Manusia : Rasa yang sakit atau sakit yang dirasakan itu apa perbedaanya? Tuhan…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Pembebasan Roh”

Tuhan itu “Hantu” yang selalu menhantui manusia yang beriman, Tuhan itu hanya menjadi “tuhan” bagi manusia yang tak beriman. Manusia : Tuhan, apa Kau hantu seperti yang dipersepsikan manusia? Tuhan : Silahkan saja Aku ini bisa menjadi apa saja, hantu, Tuhan, alam, air atau apapun bisa saja sebab Aku maha segala-gala-nya. Manusia : Jika Engkau…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Tiga Jenis Ayat Tuhan”

Anda benar saya salah, saya benar Anda salah, lalu siapa yang benar dan siapa yang salah? Apakah saling menyalahkan atau bagaimana? Atau justru diam tak bisa diganggu dengan seribu alasan macam-macam dan jutaan bentuk wujudnya. Manusia : Tiga jenis ayat-Mu Tuhan?, apa saja itu? Tuhan : Aku berikan akal pikiran untuk menumbuhkan rasa penasaran tentang…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Akhirat Belok kiri”

Duer,,,boomm,,,suara kokangan senjata,,,suara pelatuk pistol,,,suara teriakan janda tua,,,suara histeria bayi,,,suaa,,,suara,,,dan suara yang tak bersuara yang harusnya bersuara,,, Manusia : Ada apa Tuhan? Tuhan : di wilayah-Ku sedang terjadi pertempuran besar Manusia : Wilayah-Mu? Di mana itu? Tuhan : Akhirat Manusia : Sedang apa mereka dan kenapa Kau tidak mencegahnya? Justru Kau biarkan saja, apa-apaan ini…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Dimensi Akselarasi”

Melihat dari hiruk pikuknya dunia, mungkin bisa ditarik sebuah kesimpulan sistematis bahwa Tuhan itu juga “diselimuti” oleh hal-hal yang sifatnya “tak terlihat”. bahkan untuk melihatnya harus “menutup mata” secara sempurna, sebab ia berada dalam diri-Nya yang paling dalam. Manusia : Tuhan, siapa yang menyelimuti-Mu? Tuhan : Apa, bukan siapa, dan kau manusia, tidak pernah akan…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Keranjang Allah”

Banyak manusia tidak memanfaatkan kedatangan-Ku, banyak darinya tidak memikirkan apa yang Aku bawa, dan banyak manusia yang tak mengetahui apa yang Aku bawa pada sudut malam. Manusia : Tuhan, apa yang tidak diketahui manusia seperti apa yang Kau katakan itu? Tuhan : Aku datang disetiap malamnya, tapi manusia enggan menyapa-Ku Manusia : Apa yang Kau…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Esok Aku Masih Bisa Makan”

Ada, tidak ada adalah sebuah kepercayaan mutlak yang dimiliki Tuhan. Manusia mempunyai dimensional yang berbeda dengan mahkluk lainnya. Anggapan manusia tentang hidup, kepercayaan manusia tentang kemungkinan, dan logika dasar manusia tentang perpecahan pikiran akan membuat manusia melakukan hal yang terstruktur. Manusia           : Apa kabar Tuhan, lama aku tidak menyapa-Mu. Tuhan              : Utamanya kau datang…

[Continue reading]

DIALOG DENGAN TUHAN “Bahasa Jawa Dengan Bahasa Arab”

Tuhan dan segala macam dialektikanya, membujuk manusia untuk kembali ke jalan yang benar. Pemahamannya adalah tidak semua jalan lurus itu benar, tetapi jalan yang benar itu pasti “lurus”. Lurus bukan dimaknai dengan lurus tanpa belokan, tetapi tujuannya lurus ke titik yang dituju. Manusia           : Tuhan, aku malu dengan-Mu Tuhan              : Kenapa? Manusia          …

[Continue reading]