KEBAHAGIAAN ADALAH JALAN TOL MENUJU KETERPURUKAN SEJATI

  Solusi untuk mereka yang gagap dalam mengungkapkan realita kehidupan adalah dengan cara marah dan mengasingkan diri, menarik pribadi ke wilayah yang dirasa aman bagi pikiran dan kondisi kejiwaan. Fenomena ini terjadi di beberapa orang Indonesia, tidak mampu berdebat maka tarik diri entah kemana saja yang pasti sistem menarik dirinya itu sebuah argumentasi yang bisu, terpendam dalam kotak kemaksiatan sendiri. Saya menggunakan istilah Solipisme, sebuah argumentasi yang setengah argumentatifnya bersifat tidak objektif. Menganggap diri dan pikirannya adalah faktor kebendaan dan itu berbahaya bagi sebagian orang yang paham, terlebih yang tidak…

Selengkapnya

UANG KAKU

  Tak bisa dikalkulasi berapa jumlah manusia yang kaku oleh uang dan terhindar dari manifestasi politik uang? Pada dasarnya uang kaku memberikan sentilan sosial untuk menegakkan ruang yang bebas. Uang ada kalanya sanggup mensejahterakan masyarakat, namun tak sedikit uang juga menghadirkan perceraian manusia dengan manusia. Uang saku dinasionalkan dengan cara perilaku buruk tentang sikap terhadap uang. Keberadaan uang ada pada sedikitnya harapan terhadap kekayaan instan. Mereka yang menaiki mobil, pesawat, kapal dan alat-alat propaganda lainnya adalah suguhan terhebat dari pentingnya uang dalam rongga dada manusia. Yang mereka sampaikan adalah pentingnya…

Selengkapnya

ROBOT KLOBOT

  Robot itu terbuat dari batu, keras dan tidak lentur, tapi meski dia robot, dia bisa memanfaatkan ketidaklenturannya untuk membuat lentur orang yang mengoperasikannya. Pengkondisian ini disebut “ROBOT KLOBOT” mencoba membebani tingkat kecerdasan orang dengan tuduhan-tuduhan yang margin. Tapi karena robot itu baik hati dan tidak sombong, maka ia harus menerima konsekuensi menjadi robot. Pada dasarnya dunia itu melingkar, terus terang dan fleksibel. Ada yang suka menjadikan manusia sebagai hewan, ada juga yang menjadikannya serpihan masa lalu dan ada yang meneduhkannya di setiap perapian dunia. Semua punya nilai masing-masing, jangan…

Selengkapnya

RASA YANG DIBATASI

  Kepedihan meminta waktu menjadi iringan doa di malam dingin. Menerjemahkan beberapa derap langkah prajurit, menyisakan serpihan intuisi. Aku melukisnya menjadi satu urutan cerita. Rasa membatasi segelintir pengorbanan, menikam jauh pada detik-detik perpisahan. Saat tidak ada, aku mempertanyakanmu, saat ada akupun mempertanyakanmu, hanya soal bagaimana pertanyaan itu diuraikan. Basuhan itu membilas beberapa noda pertanyaan, aku menyeka dengan sapu tanganmu, senyuman itu rela hadir pada saat aku menilai diriku salah, kau terbilang baik saat itu, memberikan sedekah waktu untuk kembali bersamaku melingkari dimensi janji. Pada gelar yang kedua, hujan menghantam jiwaku,…

Selengkapnya

PARSIAL

  Ketika saya mempercayakan kepercayaan saya kepada seseorang yang kurang pantas mendapat kepercayaan, apakah saya dapat dipercaya kepada yang seharusnya mempercayai saya? Atau sebaliknya, saya menjauh dari orang yang saya percayai dengan maksud memberikan edukasi bahwa menjauhnya saya adalah bentuk kepercayaan penuh kepada yang saya jauhi. Apakah itu semacam hubungan fisika, ada kohesi diantara keduanya? Atau hanya sebatas paradigma yang tak menentu arah? Menjadi kurang, bodoh dan hina itu menyenangkan, di situ kita bisa berenang dan bersenang-senang dengan segala kekurangan. Segala tulisan saya tidak pernah berarti apa-apa kecuali diri saya…

Selengkapnya

MENGATUR ATURAN

    Apakah ada yang mampu? Aturan diciptakan bukan untuk mengatur, tapi untuk membatasi gerak keberadaan manusia. Apapun dalilnya, aturan dibentuk berdasarkan sentimen terhadap terhimpitnya seseorang terhadap kebebasan berpendapat. siapa yang bisa menyanggah ketika saya mengatakan justru aturan yang baik adalah membebaskan aturan itu untuk mengatur aturannya sendiri. Disini, manusia menjadi objek, dan bukan subjek, sehingga was-was tidak akan terjadi ketika seorang pejabat akan berbicara di depan corong megaphone. Dunia itu membutuhkan aturan bukan untuk membatasi keliaran berpikir manusia, dunia hadir sudah berupa aturan. Dan itu dilazimkan oleh Tuhan sebagai…

Selengkapnya

MENGATASNAMAKAN NAMA

    BRAK! Seseorang menendang benda padat, mencoba menjatuhkan kepingan-kepingan emosi. Dalam waktu yang tak lama, benda padat itu telah runtuh, jatuh terurai dan akhirnya mencair. Si penendang merasa bangga lalu berpose didepan kamera wartawan amatir. Di dalam kajian logika, ketika seseorang menendang, memukul bahkan menghantam benda keras, itu tandanya ada keragu-raguan yang ditularkan seketika kepada benda padat itu, ada persekongkolan batin yang belum selesai. Dia menamakan namanya sebagai sebuah “atas nama” emosi dijadikan bahan olok-olokan, sehingga muncul kambing hitam, dialah sasaran kedua dari bodohnya kecerdasan emosional. Pada jalur tertentu,…

Selengkapnya

ITU SUDAH CUKUP

  Aku pernah melihatmu semena-mena pada waktu, aku juga pernah melihatmu mencoba melucuti pakaian waktu, dan aku pun pernah melihatmu menangis karena tertinggal oleh waktu. Semenarik apa dirimu, hingga aku tak bisa melihat kebaikanmu sama sekali. Saat itu memang tidak seromantis dulu, manis membuka kepedihan, aku menyibakkan sangkar itu, memenjarakan beberapa jariku untuk tinggal disana. Setelahnya seperti seseorang beralih sembuh yang kedua. Pada ringkasan hidup itu aku terbaring lemas tak berdaya, memimpikan sedikit peluang untuk sembuh. Menawarkan perjanjian panas, kau membusungkan dada perlahan, aku berjalan menjauh. Setiap apa yang tertera…

Selengkapnya

SAFARI TARI

Sekitar jam lima sore, kakiku terhenti pada satu desa di sudut Jogja, perangainya sejuk, beberapa campuhan juga diam mensejahterakan pengalaman masing-masing. Aku tidak pernah tahu sore ini aku akan menemukan safari tari pada elemen dan pragmatisme hidup. Namanya Sari, umurnya 22 tahun, lenggak lenggok selendang dan kakinya memukauku, Sari tidak paham dia sedang menghipnotisku dengan sentuhan dan beberapa nilai budaya yang ditawarkan. Sayang, Sari putus sekolah, kaki dan tangannya terhenti ketika seorang perempuan memintanya berhenti dan menenggak air teh manis buatannya. Cita-citanya sederhana, hanya ingin menjadi tokoh Desa di bidang…

Selengkapnya

REGISTRASI WAKTU

  Samping rumah saya adalah sepasang kekasih yang siap memanjakan diri di era milenium ini dengan beberapa kisah klasik mereka. Ukurannya sederhana, siapa yang bisa membuat pasangannya menangis karena masa lalu yang entah indah atau tidak, dia berhasil melakukan registrasi waktu. Mendaur Ulang keberadaan waktu dan meminimalisasikan berbagai kecenderungan. Siapa yang tak punya masa lalu? Setiap orang punya masa lalu, hanya saja masa lalu itu terbebani dengan berat jenis masa depan atau tidak. Jika berat, maka kecenderungan seseorang untuk meninggalkan masa lalu akan semakin besar, namun sebaliknya, jika ringan, maka…

Selengkapnya