MEREDUKSI HAKIKAT TAKDIR

  Beberapa malam ini terus menerus mencari dimana diri saya dan dimana keberadaan saya. Untung saya ini tidak bisa apa-apa, tidak punya kemampuan apa-apa dan tidak punya prestasi apa-apa dibanding beberapa orang yang dijemur dengan tepuk tangan para punggawa kehidupan. Saya hanya terus mencari dimana kesalahan saya dan ternyata sangat sulit menghitung sebab begitu banyaknya…

[Continue reading]

TIDAK ADA YANG KONSISTEN!

  Dunia terlahir sebagai akibat sengketa waktu, aktivitas manusia tidak satupun yang sesuai dengan proposal kehidupan. Relevansinya justru menciptakan sifat destruktif sebagai bentuk pengekangan hak dan konsiderasi. Kalau saya hari ini jam delapan malam makan, besok malam di jam yang sama tidak sama, sebab sudah berbeda hari, dimana kesamaannya? Aktivitasnya? Apakah sama persis? Apakah akan…

[Continue reading]

SEINDAH APA DIRIMU

  Engkau memandang gelap itu terang, terang itu gelap, putih menjadi hitam, rindu menjadi benci, dekat menjadi jauh, tidak ada menjadi ada, ada menjadi tidak ada. Apa yang kau ucapkan menafsirkan segenap perih bergelantungan di dahan harapan, bersama yang tak selalu bersama, menari dalam lingkaran detik, berlari pada sekam yang menikam berhimpitan dengan rasa sesal….

[Continue reading]

KURANG LEBIH SAMA

  Demikian yang disampaikan irama mentalitas rindu. Getarannya hingga ujung sungsum belakang, tak perlu ragu untuk menyemaikan cinta itu, setidaknya sama yaitu kurang lebih sama dengan yang waktu itu. Tidak mudah menemukan “kurang lebih sama” harus berpacu dengan kekhawatiran, bergelut dengan perpisahan, bercumbu dengan kekurangan batin, haus akan terpaan dan terjangan kata. Aku menemukan itu…

[Continue reading]

KULTUS FUNDAMENTALIS

  Mereka menghidupi gaya-gaya fundamentalis dengan sistem nilai yang rendah. Skolastik diabaikan sedemikian rupa sehingga memunculkan garis-garis diskriminasi, ujung-ujungnya ajang mengkultuskan menjadi rekayasa publik sehari-hari. Fenomena ini lebih kepada anjuran berbuat sia-sia, namun begitu makfumnya masyarakat sehingga dianggap sebagai sebuah kebiasaan mutlak. Beberapa contoh anomali gaya hidup disuguhkan, seolah dunia sebagai restoran besar tanpa hasrat…

[Continue reading]

JALUR IMAGI

  Tidak ada salahnya, kadang kita menjadi matematikawan, fisikawan, filsuf, astronomi atau komika. Semua adalah susunan teks kehidupan, meskipun tumpukan rasa tidak tahu menggelora di sepanjang aritmatika. Ganjil genap bukan soal, rubrik atau headline tidak jadi masalah, yang penting kita sudah menjalankan masing-masing peran. Jadi, untuk menentukan jalan hidup, kita wajib “menceramahi” diri kita sendiri,…

[Continue reading]

ESKALASI PERMUSUHAN

  Seseorang menganggap diri sebagai santri Tuhan dengan mengatakan ini itu, menghujat di sosial media. Padahal ketika seseorang mengatakan ini itu di dunia “abstrak” justru secara psikologis tidak berani untuk berhadap-hadapan! Bukti sebuah “setengah matang” sifat seseorang. Lumayan! Indonesia menjadi negara ketiga terbanyak dalam “menduniakan Maya” tetapi tenang saja, rakyat Indonesia sudah jenius, bahkan saking…

[Continue reading]

BERPIKIR, PIKIRAN DAN OBJEK YANG DIPIKIRKAN

  Selalu setiap kali bicara pikiran saya mendadak meriang, panas dingin, opname dari rutinitas sehari-hari. Tumpuan dan peraduan yang beradu pandang antara manusia dan pikiran terdapat celah yang sangat luas, dialah pikiran yang selalu menjadi “musuh” dalam koridor kemanusiaan dan aktivitas. Memikirkan sesuatu yang luas itu membutuhkan dilematisasi permanen, objeknya “pikiran”, subjeknya “yang dipikiran” manifestasinya…

[Continue reading]

GOSIP MASUK EMPANG!

  Gosip kiri kanan menggelegar, pasokan kebenaran mulai menipis, beberapa tentara sibuk mengisi amunisi, sebentar lagi perang! Apa ini? ini apa? apakah ini bisa diapakan? Siapa yang ini, dan itu siapa? Lalu siapa ini dan itu, sudahlah kapan-kapan saya jelaskan! Tapi sekarang kita masuk ke sesi terakhir. Ember-ember diisi penuh! Mengisyaratkan kelakar masyarakat kekurangan “sumber…

[Continue reading]

STRATEGI KREATIF UNTUK MENGKREATIFKAN ORANG!

  Saya yakin belum ada orang yang mengambil judul itu! Selain sulit, maknanya juga tidak ada. Tapi manfaatnya justru selangit, sebab masih banyak orang ngaku kreatif tapi tidak kreatif, ngaku ngaku tapi tidak diakui. Sederhana saja, polemik yang terjadi dalam diri seseorang hanya “intan permata” yang sudah loyo karena setruman sejarah masa lalu. Harusnya, kalau…

[Continue reading]