DUA TITIK HITAM “Diskursus Tentang Manusia Elementer!”

Sepintas jalur analogi spesifik seseorang akan merujuk pada seberapa jauh kebenaran mencakup inti-inti yang lumrah untuk dibahas, namun seiring dengan berjalannya waktu, seperti sebuah cerminan sejarah, dia akan rusak dan merusak tatanan serta stabilitas berpikir tentang tujuan dan manfaat kehidupan. jangan bertanya kenapa sesuatu bisa terjadi, tapi bertanyalah latar belakang apa yang membuatnya terjadi. Cakupan…

[Continue reading]

WAKIL CAKIL

Mau wakil Presiden, wakil Camat, wakil Menteri atau siapa saja yang berpredikat wakil akan menjadi rendah ketika ketemu dengan yang diwakilkan. Saya melihat atraksi jungkir balik dari semua pemaknaan diatas. Sesekali mungkin perlu kita ziarahi makam jiwanya, taburkan benih kematiannya, dan langkahi kalang tanahnya. Untuk apa? memberikan satu “penghormatan” kepada mereka yang tidak punya catatan…

[Continue reading]

TOMBAK DAN KERIS

Setahu saya, semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin rendah hati. Sebaliknya, semakin rendah ilmu seseorang, maka ia akan semakin bangga diri bahkan lupa diri. Prajurit, ilmunya pendek senjatanya panjang, sedangkan Raja ilmunya tinggi senjatanya pendek atau keris. Seharusnya manusia menjadi raja yang bersifat prajurit. Justru yang terjadi adalah prajurit bersikap seperti raja. Mempersulit keadaan perang,…

[Continue reading]

PELAN-PELAN, ANDA MEMASUKI TANGGA DARURAT

Jangan terburu-buru, jangan menyimpan dendam pada seseorang, jangan meludah sembarangan, jangan mempersulit siapa saja, jangan menyanggupi menjabat sebagai pemerintahan tertinggi kalau masih tercatat punya utang di warung Mbak Marni. Jangan pernah menyakiti keluarga sendiri kalau kopi saja masih utang tiga gelas di Angkringan Mbah Bejo. Semua larangan itu tertulis jelas di sudut kanan tangga lantai…

[Continue reading]

PASUKAN KODOK

Ada yang sedang berusaha meninggalkan dunia sudah keburu meninggal dunia, ada yang sedang mengejar dunia malah dihajar dunia dengan segala keegoisan dan kemunafikan. Di beberapa kesempatan, saya pernah menulis sosok Kasdu yang terperangkap di jebakan dunia, mengintimidasi level-level terendah, dan membunuh sosok-sosok mengerikan dalam dirinya. Ada dimensi keberkahan dan kutukan, di dalamnya mementingkan diri sendiri…

[Continue reading]

LUBANG BUAYA

Kami menyebutnya si “Lubang Buaya” sosok manusia yang terlanjur “pintar” sehingga nyeri pinggang kalau kena kritikan sedikit. Beberapa alumnus Universitas SEROJA pun akan sedikit prihatin ketika menjumpai sosok menakutkan ini. Ada beberapa wilayah yang menjadi tuntutan para alumnus, di antara tuntutan itu, salah satunya adalah menuntut agar lubang buaya dikubur di lubang buaya, ditembaki seperti…

[Continue reading]

LABIL’ISME

Di beberapa sore lalu saya mendapati manusia-manusia nanggung yang sibuk mengais-ngais jati diri, memamerkan apa saja di media sosial, banyak akun, ketika tetangga kesusahan, membatu tanpa ada perintah apa-apa. jiwa mati rasa! Tidak bisa merasakan apa keistimewaan pikiran, tindakan dan kasih sayang. Kakinya lumutan, selayaknya ribuan tahun tak pernah dipakai sama sekali. Jiwa-jiwanya masuk nominasi…

[Continue reading]

KEBODOHAN DAN SEGELAS TEH ANGET

Saya ini alhamdulillah bangga dengan kebodohan, bersyukur dengan segala kerendahan saya, berbangga hati dengan segala ketidaktahuan saya. Apa sih yang saya banggakan? Apa-apa pun saya tidak punya, bahkan kategorinya “sama sekali” tidak punya apa-apa kecuali ketidakpunyaan itu sendiri. Betapa hebatnya saya ketika bisa mengangkat gayung untuk mandi, itu mungkin salah satu kehebatan saya yang kemungkinan…

[Continue reading]

TOLONG MENOLONG SEBUAH BAHASA PALING BAIK

Berpikirlah seperti laut yang tak pernah memprotes kebijakan pasir untuk mempercantik pantai-pantainya. Berayunlah seperti dedaunan, meski kadang terhempas bulir-bulir kegundahan tapi setidaknya daun tahu betul kerjasama antara akar dan batang pohon. Duduklah seperti karang, panjang umur dalam bercita-cita dan tak pernah beranjak dari prinsip keteguhan, meski kadang dihantam gulungan ombak, dan sapuan derai badai samudera,…

[Continue reading]

REKONSTRUKSI PANTAT DAN WAJAH MANUSIA

Anda tidak pernah berpikir kenapa pantat ditutupi dan wajah dibiarkan terbuka dan “dinikmati” jutaan orang? Anda juga tidak pernah memikirkan kenapa wajah yang di berikan sentuhan make up? Kenapa yang satunya Anda biarkan terpenjara? Anda juga tidak pernah terpikir bahwa Anda tidak bisa berpikir. Ketika wajah Anda disentuh diam saja, ketika pantat Anda disentuh kenapa…

[Continue reading]